BETANEWS.ID, JEPARA – Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Tiga Desa di Kecamatan Kedung yaitu Tedunan, Karangaji, dan Kedungmalang sampai saat ini masih terdampak bencana kekeringan.
Sebab di tiga desa tersebut, air dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Jungporo belum mengalir dengan lancar. Dari Bulan Agustus – November 2023, total terdapat 3.737 jiwa dari 921 KK yang terdampak kekeringan.
Baca Juga: Program Ramah Lansia Bakal Jadi Prioritas Pelaksanaan Haji 2024
Menanggapi hal tersebut, Sapto Budirianto, Direktur Utama Perumda Tirta Jungporo mengatakan bahwa meskipun saat ini sudah mulai turun hujan, tetapi hal tersebut tidak membuat debit air dari sumber air baku PDAM mengalami peningkatan yang signifikan.
Salah satu sumber air baku tersebut, ia mengatakan berasal dari Sungai SWD II atau di sekitar lokasi Bendungan Welahan Bum (Bongpes). Menurutnya meskipun sudah terjadi hujan akhir-akhir ini tetapi debit air di bendungan tersebut juga belum terjadi peningkatan secara signifikan.
“Jadi indikasi ketersediaan atau ketercukupan air baku di sumur yang ada di PDAM itu tidak serta merta begitu ada hujan langsung ada air. Sebab ketika musim hujan debit air, tidak langsung naik karena kedalaman sumur kita itu 120 meter di bawah tanah. Seandainya menyerap ke bawah butuh waktu lama,” jelasnya pada Betanews.id, saat ditemui di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (5/12/2023).
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa air PDAM di tiga desa tersebut juga bergantung pada pemakain air dari desa sebrangnya, yaitu Desa Panggung dan Sowan Lor.
Ia mengatakan bahwa jika pemakain debit air di Desa Panggung dan Sowan Lor sedang tinggi, otomatis aliran air di tiga tersebut utamanya di sekitar daerah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kedungmalang, tidak dapat mengalir dengan lancar.
“Wilayah TPI yang berapa di Kedung Malang, mereka menunggu kebutuhan air yang ada di Desa Panggung, Sowan Lor, kalau pemakain PDAM mulai menurun, baru mereka bisa mengalir sampai kesana dan itu juga butuh waktu,” tambahnya.
Baca Juga: Langgar Kesepakatan, Warga Tangkap Kapal Cantrang yang Nekat Melaut di Sekitar Pantai Bayuran Jepara
Ia memperkirakan, aliran air dari PDAM baru bisa mengalir dengan lancar di tiga desa tersebut sekitar awal tahun atau awal Bulan Januari.
“Bulan awal Januari, debit SWD II mulai besar, Intensitas hujan cukup ini kan baru seminggunan. Kemarin kita cek ke sana debit airnya belum naik signifikan, jadi belum bisa mengalir ke tempat pengolahan air milik kita yang ada di sekitar Bongpes,” katanya.
Editor: Haikal Rosyada

