31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Temuan Arca Jadi Bukti Peradaban Hindu Pernah Eksis di Demak

BETANEWS.ID, DEMAK – Kabupaten Demak menyimpan banyak sejarah dan peninggalan leluhur sebelum datangnya peradan Islam. Hal itu dibuktikan dengan beberapa temuan Hindu yang masih tersebar di sekitar tempat tinggal masyarakat.

Salah satu yang masih terjaga hingga sekarang, yakni Situs Dudukan di Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Di sana terdapat patung beraliran Siwa Siddhanta diantaranya Arca Lingga Yoni, Arca Durga, dan Arca Ganesa.

Baca Juga: Tenaga Listrik Hybrid Bantu Penerangan Jalan Desa Banjarsari Demak

-Advertisement-

“Kuat dugaan Situs Blerong itu dulunya adalah tempat ibadah, cuman kita belum bisa menemukan tinggalan yang sifatnya bangunan hanya tersisa itu. Di sana ada beberapa serpihan candi, biasanya Jawa Tengah itu sekitar abad ke-5 sampai ke-8 Masehi, ” kata Analis Cagar Budaya dan Koleksi Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Demak, Roni Sulfa Ali, Selasa (19/12/2023).

Selain itu, beberapa bukti arca lainnya juga ditemukan di wilayah Kabupaten Demak, diantaranya Arca Dewi Durga di Desa Pidodo Kecamatan Karangtengah, Situs Batu di Desa Batursari Kecamatan Mranggen, Arca Yoni di Desa Kebonbatur Kecamatan Mrangen, dan lain-lain.

Menurut Roni, beberapa arca telah disimpan di Museum Glagah Wangi dan ada pula yang masih dibiarkan di lingkungan warga. Sehingga total dari bukti peradaban Hindu di Demak terdapat sekitar 10 temuan.

“Kalau cagar budaya yang kita catat ada 100 lebih, tidak hanya penemuan arca tapi juga bangunan dan makam. Secara arca belum menghitung secara pasti, karena terserbar kemungkinan ada 10 arca,” terangnya.

Roni menyebut, kebanyakan kondisi arca Hindu di Demak ditemukan dalam keadaan rusak. Hal itu, disebabkan karena pengaruh alam dan faktor perilaku manusia pada zaman dulu.

“Kondisinya rusak, yang di Desa Pidodo itu setengah badan tidak ada kepala, di Bogosari juga tidak ada kepala. Kemudian di Blerong patung Ganesa wajahnya rusak dan Yoni seperti tersasah,” paparnya.

Baca Juga: Desa Banjarsari Demak Manfaatkan Listrik Tenaga Hybrid

Untuk melindungi keberadaannya, pemerintah kabupaten sedang berupaya dalam meningkatkan perawatannya. Baik yang sudah terkumpul di dalam museum maupun yang masih di lingkungan masyarakat.

“Saat ini kami hanya merawat yang sudah ada. Jadi beberapa tempat akan kami plang nama dan perawatan di Museum Glagah Wangi. Sedangkan eskafasi bukan bagian kami, melainkan ada tim cagar budaya sendiri dari Provinsi Jawa Tengah,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER