BETANEWS.ID, DEMAK – Jalan penghubung Dukuh Bondo dengan Dukuh Brangsong sepanjang 1 kilometer adalah salah satu akses utama di Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Jalan tersebut dulunya tak ada lampu penerangan, sehingga membuat merasa tak aman, terutama pada malam hari.
Baru-baru ini pemerintah desa bekerjasama dengan peneliti energi terbarukan dari Universitas Semarang (USM) membuat pembangkit listrik tenaga hybrid. Alat itu dirancang untuk penerangan jalan dengan memanfaatkan angin dan panas sinar matahari sebagai bahan energi.
Baca Juga: Ibu-ibu PKK Bintoro Suarakan Lingkungan Lewat Fashion Show Gaun Sampah
Kepala Desa Banjarsari, Hariyanto mengatakan bahwa sebelumnya warga tidak berani melewati jalan tersebut karena minimnya penerangan. Ditambah lagi dengan kondisi jalan yang tidak rata dan membahayakan masyarakat saat melintasi ketika malam hari.
“Akhirnya kami menginisiasi butuh penerangan dan kami memilih hybrid, karena di sana belum ada listrik masuk, maka dengan energi terbarukan ini bisa efesien dan ramah lingkungan. Alhamdulillah masyarakat sudah merasa aman dan nyaman terjaga di situ,” katanya di kantor Balai Desa Banjarsari, Senin (18/12/2023).
Untuk membuat penerangan tersebut, pemerintah Desa Banjarsari telah mengeluarkan biaya sekitar Rp84 juta. Sedangkan waktu pengerjaannya telah dilakukan selama sebulan dan baru beroperasi selama satu minggu.
“Kita ingin desa mau dan mencoba teknologi terbarukan sedangkan dana desa pun diperkenankan. Jadi kita juga mendorong program pemerintah pusat untuk penerapan teknologi tersebut,” ujarnya.
Meskipun membutuhkan modal yang lumayan banyak. Menurut Hariyanto dengan penggunaan energi terbarukan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Ini masih tahap perawatan dan cek berkala. Misalkan mati kita masih cek, selama satu minggu ini sudah bagus,” paparnya.
Baca Juga: Rumpelsos Demak Ditetapkan Jadi Cagar Budaya, Begini Sejarahnya
Sementara itu, Dosen Teknik Elektro Bidang Konversi Energi Listrik USM, Satria Pinandita menerangkan terdapat 17 titik pemasangan tiang listrik yang terhubung dalam pembangkit listrik tenaga hybrid. Memiliki kekuatan baterai 3600 watt dengan masing-masing lampu 600-700 watt, dapat menampung energi dan bisa difungsikan selama 12 jam.
“Kalau full menyinari dari pagi sampai sore dan baterinya full itu bisa nyala sampai pagi, tapi kalau banyak mendungnya dan anginnya juga jarang kemungkinan akan mati di jam-jam tengah malam,” terangnya.
Editor: Haikal Rosyada

