BETANEWS.ID, DEMAK – Berakhirnya musim kemarau membuat wilayah yang semula mengalami kekeringan kini kembali mudah mendapatkan sumber air. Akan tetapi, meskipun sudah memasuki musim penghujan satu desa di Kabupaten Demak ada yang masih membutuhkan bantuan dropping air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Demak, Agus Nugroho LP, menyebut Desa Wonoagung Kecamatan Karangtengah. Hal itu disebabkan karena terjadi kerusakan Pamsimas sehingga air tidak bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: BPBD Demak Minta Masyarakat Waspada Bencana Jelang Cuaca Ekstrem
“Sebenarnya desa yang kekeringan itu sudah tidak ada, tapi ada desa yang Pamsimasnya rusak kita masih mengirim air bersih terakhir tanggal 30 November, sebanyak 12 tangki, ” katanya di kantor BPBD Demak, Jumat (8/12/2023).
Agus mengatakan, bahwa berakhirnya status tanggap darurat Kabupaten Demak selesai pada bulan November. Hal itu sesuai dengan prediksi yang sudah diantisipasi oleh BPBD Demak.
“Jika tanggap darurat berakhir bulan Desember kan tidak mungkin, karena sudah musim hujan sehingga terakhir bulan November,” ujarnya.
Berdasarkan data dari BPBD Demak, total realisasi penyaluran air bersih dari bulan untuk masyarakat berjumlah 1.265 tangki, dengan perincian APBD BPBD sebanyak 332 tangki, CSR sebanyak 478 tangki, dan DSP BNPB sebanyak 455 tangki.
Baca Juga: Piano Era Kolonial Jadi Koleksi Terbaru Museum Glagah Wangi Demak
Meskipun dalam anggaran untuk bencana kekeringan sudah tidak tersedia, BPBD Demak masih membuka pelayanan pengiriman air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Saat ini kalau memang ada yang membutuhkan air bersih mungkin akan tetap kami kirim tetapi sudah tidak ada anggarannya, karena sudah kami kembalikan ke BNPB, jadi anggarannya menggunakan dana BPBD,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

