31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Mulai Masuk Musim Penghujan, Jepara Masih Dilanda Kekeringan

BETANEWS.ID, JEPARA – Hujan yang belakangan mulai mengguyur ternyata tak membuat Kabupaten Jepara lepas dari bencana kekeringan. Beberapa wilayah di Kota Ukir hingga saat ini masih dilanda kekeringan.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Muh Ali Wibowo mengatakan bahwa beberapa daerah di Kabupaten Jepara sampai saat ini masih mengalami bencana kekeringan.

Baca Juga: Menjelang Akhir Tahun, Target PAD Jepara dari Sektor Pariwisata Hanya Tercapai 50 Persen

-Advertisement-

Hal tersebut membuat BPBD masih melakukan dropping air ke beberapa daerah yang ada di Jepara, utamanya bagian utara dan tengah. Sebab di daerah tersebut belum terdapat sumber mata air, meskipun hujan sudah mulai turun.

Ia menyebutkan daerah yang masih dropping air yaitu Desa Sumberrejo dan Clering, Kecamatan Donorojo; Tengguli, Srikandang, Kepuk, Papasan, Banjaran, Kecamatan Bangsri; Desa Tedunan, Karangaji, Kedungmalang, Kecamatan Kedung.

“Kabupaten Jepara memang sekarang sudah mulai turun hujan, namun ada beberapa desa utamanya yang di daerah utara di Kecamatan Donorojo, kemudian Kecamatan Bangsri itu yang terbanyak, masih membutuhkan air, jadi masih kita dropping karena memang sumbernya belum ada,” katanya pada Senin (4/12/2023) saat ditemui di Kantor BPBD Kabupaten Jepara.

Anggaran untuk kegiatan dropping air menurutnya juga masih tersedia, sehingga dari pihak BPBD masih bisa melayani permintaan masyarakat.

Namun ia berharap, kekeringan yang sampai saat ini masih terjadi di beberapa desa tidak berlangsung lama. Ia memperkirakan di pertengahan Bulan Desember, sumber mata air di Beberapa daerah tersebut sudah tersedia.

“Berharapnya nggak sampai di pertengahan Desember lah, harapannya pertengahan Desember nanti sudah ada sumber air,” ujarnya.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Jepara, per tanggal 14 Agustus – 30 November terdapat 28 desa di 14 Kecamatan, yang terdiri dari 9.147 KK dan 28.585 jiwa yang terdampak bencana kekeringan.

Baca Juga: Terkendala Alih Fungsi Lahan, Pedagang Pasar Karangaji Akan Dipindah ke Tempat Sementara

Ia menjelaskan dari 28 desa terdampak tersebut, sudah ada beberapa daerah di Kabupaten Jepara yang saat ini sudah dihentikan dropping airnya, seperti di Kecamatan Mayong dan Kecamatan Welahan.

“Namun ada juga beberapa daerah seperti di wilayah timur, Mayong dan Welahan itu karena sudah ada sumber airnya, kita sudah tidak dropping,” tambahnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER