Masuki Musim Hujan, Nelayan Demak Mulai Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

BETANEWS.ID, DEMAK – Nelayan di TPI Wedung, Desa Buko, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, mulai waspada dengan cuaca ekstrem. Padatnya curah hujan mengakibatkan gelombang laut menjadi meningkat dan mengancam keselamatan mereka.

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat Meteorologi Maritim Perairan Jepara, dalam keterangan pada Rabu (6/12/2023) curah hujan ringan dengan ketinggian gelombang laut 0,1 meter sampai dengan 0,5 meter. Artinya, kondisi perairan laut dalam keadaan tenang dan aman dilalui kapal.

Baca Juga: Meski Hujan Mulai Turun, Empat Kecamatan di Demak Masih Kekeringan

-Advertisement-

Siang itu, Rabu (6/12/2023) awan di TPI Wedung, Desa Buko, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak terlihat cerah bercampur mendung. Sejumlah nelayan yang telah pulang dari melaut mulai memanen hasil tangkapan mereka.

Satu persatu box fiber berisikan digeladah satu persatu. Beberapa ikan di dalamnya seperti kerang, ikan kadalan, cumi-cumi, kuniran, dan lain-lain diserbu para bakul maupun pembeli. Termasuk ikan Ali Akhmad (50) yang sudah habis diborong pelanggannya.

Bersama dua anak buahnya, Ali sudah menghitung keuntungan hasil tangkapan ikan yang ia dapat selama tiga hari di laut Karimunjawa. Saat itu, ia mengaku mendapatkan profit dua kali lipat dari biasanya.

Ali mengatakan, bulan Desember ini sudah waktunya untuk menabung. Pasalnya, saat awal tahun mendatang nelayan tidak bisa mengambil ikan karena cuaca ekstrem dan mengakibatkan tingginya gelombang laut. Akibatnya, nelayan tidak mendapatkan pendapatan dan terpaksa menganggur selama sebulan.

“Ini berhubung cerah dapat hasil punya uang nabung dulu, nanti kalau sudah bisa melaut (ikan-ikan) bisa diambil lagi, ” katanya.

Meskipun sudah memasuki musim hujan nelayan masih berani untuk mencari ikan di laut. Hasil tangkapan justru dinilai lebih banyak daripada saat musim kemarau.

“Ya aman-aman saja, karena belum masuk musim ombak sepenuhnya. Ini kan satu jam hilang ombak, dua jam hilang. Kalau ombak gak hilang-hilang itu dari barat, ” katanya.

Menurutnya, cuaca ekstrem akan berlangsung saat awal tahun baru. Ketinggian ombak bahkan mencapai 8 meter, sehingga nelayan terpaksa menganggur sampai laut aman dilalui.

“Kalau bahaya ombak tingginya bisa 7-8 meter. Jika masih 2-3 meter itu tidak apa-apa walaupun harus dipaksa karena ombaknya tidak terus. Tapi kalau sudah 7 meter itu ombaknya full tidak hilang-hilang,” paparnya.

Baca Juga: Aliran Kepercayaan Tak Masuk Dalam FKUB, Begini Keterangannya

Situasi itu juga dirasakan oleh Solikhan (60), ia mengaku tetap waspada walaupun ombak saat ini masih berstatus aman dan belum terlalu memberikan ancaman pada nelayan. Kondisi kapal yang tidak cukup besar, hanya membuatnya berani mengambil ikan di sekitar muara pantai Wedung.

“Ini belum ada ombak, Januari mungkin ada ombak. Kalau ombak besar libur hampir sebulan,” terangnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER