BETANEWS.ID, KUDUS – Pj Bupati Kudus, Bergas C. Penanggungan, menyerahkan penghargaan pada inovator pelayanan publik terbaik 2023 di Hotel @hom Kudus, Selasa (19/12/2023). Dari 38 inovasi yang mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Kabupaten Kudus Tahun 2023, tim penilai memilih 3 terbaik.
“Alhamdulillah semua rangkaian telah berhasil terselesaikan, saya sangat apresiasi. Selamat bagi para pemenang, bagi yang belum jangan berkecil hati,” ucapnya.
Pihaknya berujar bahwa keikutsertaan peserta kompetisi ini membuktikan bahwa dirinya selangkah lebih maju dalam upaya memberikan pelayanan publik yang lebih baik melalui inovasi yang dihadirkan.
Baca juga: Pj Bupati Kudus Beri Beasiswa pada 35 Mahasiswa Kurang Mampu Senilai Rp6 Juta
“Semangat ini saya harapkan dapat menular pada yang lain sehingga mendorong kemunculan iklim inovasi dalam pelayanan publik di Kudus,” harapnya.
Bergas ingin berbagai macam inovasi yang telah dihadirkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik pada seluruh masyarakat di Kabupaten Kudus. Menurutnya, hal itu sebagai jawaban atas tantangan yang dihadapi selaku penyelenggara pelayanan publik.
“Saya ingin tidak ada lagi permasalahan yang muncul seperti proses yang bertele-tele, lama, rumit, bahkan berbayar. Saya minta seluruh OPD dapat memiliki semangat dan gagasan dalam pelayanan,” pintanya.
Sementara itu, Ketua Tim Penyelenggara KIPP Kudus, Asisten III Sekda Kudus, Mas’ut, mengatakan, dalam pelaksanaan KIPP tahun 2023 diikuti 38 hasil inovasi dari beberapa instansi pemerintahan, meliputi 15 Badan/Dinas, 1 RSUD, 7 Kecamatan, 13 UPTD Puskesmas, dan UPTD Labkes, serta 2 SMP negeri.
“Kami tim penyelenggara juga telah menentukan pemenangnya, dan penghargaan diserahkan langsung oleh Pj Bupati Kudus,” katanya.
Baca juga: Bergas Klaim Kudus Sejahtera dan Tak Ada Kemiskinan Ekstrem, Ini Faktanya
Sebagai informasi, pemenang kategori TOP 3 adalah Inovasi Simpan Budi (Sistem Perpanjangan Buku Mandiri) dengan inovator Ninik Mustikawati dari Dinas Arpus, Inovasi Siandung Esmaku (Sistem Anti Perundungan SMP 5 Kudus) dengan inovator Abdul Rochim dari SMPN 5 Kudus, dan Inovasi Permata Cintaku (Pemberian Makanan Tambahan Pada Bayi dan Anak Dengan Bahan Lokal Untuk Mencegah Stunting dan Wasting di Puskesmas Kaliwungu) dengan inovator Intan Nourma Meilawati dari UPTD Puskesmas Kaliwungu.
Sementara kategori TOP 6 meliputi, Inovasi Kawal Bides (Kunjungan Wajib Lapor Ibu Hamil ke bidan Desa Setempat) dengan inovator Heni Kiswati dari UPTD Puskesmas Jekulo, Inovasi Centing Om Dikin (Cegah Stunting Komprehensif Sedini Mungkin) dengan inovator Evinda Rachma Premeswari dari UPTD Puskesmas Mejobo, dan 3 Inovasi I-Klunting (Ikatan Kader Peduli Stunting Puskesmas Dersalam) dengan inovator Heni Priyanti dari UPTD Puskesmas Dersalam.
Editor: Ahmad Muhlisin

