31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Cyndo Lumempo Romantisasi Potensi Pecinan Semarang Sebagai Kawasan Wisata

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pecinan Semarang merupakan salah satu kawasan heritage. Sebagai wilayah yang memiliki sejarah kebudayaan panjang, romantisasi terhadap Pecinan Semarang kurang disoroti oleh media dan masyarakat.

Acara Artist Talk yang menjadi rangkaian Buah Tangan #29, Yehezkiel Cyndo melalui karya ilustrasi visualnya mencoba membagikan romantisme yang dia baca terhadap kawasan peninggalan budaya tersebut.

Baca Juga: Teater Minatani Sukses Pentaskan Monolog di Balai Budaya Rejosari

-Advertisement-

“Pasar makanan di Ketandan mendapatkan pengaruh dari Semawis di Semarang,” tutur Cyndo di Grobak Art Kos (30/11/2023).

Cyndo membagikan buah pemikirannya bahwa potensi wisata sangat exists di Pecinan Semarang. Apalagi ketika kita melihat Pecinan di negara-negara ASEAN selalu menjadi center pariwisata.

Seniman ini melakukan pembacaan terhadap potensi pariwisata melalui fasad yang nampak pada bangunan-bangunan di Pecinan Semarang. Karena fasadnya sangat menggambarkan ciri khas budaya Tionghoa yaitu banyaknya barang yang bertumpuk.

Kegiatan pergadangan dan pariwisata di Pecinan Ssemarang sempat mati dikarenakan masa lalu yang kelam pada tahun 1998. Hal ini membuat trauma para warga Pecinan. Namun, salah satu komunitas Kopi Semawis mencoba untuk menghidupkan kembali Pecinan Semarang.

“Tujuan dari didirikannya Kopi Semawis adalah untuk menghidupkan kembali wisata Pecinan Semarang,” tutur Benita perwakilan dari Kopi Semawis.

Benita berpendapat bahwa pameran Cyndo yang bertajuk “Rupa Muka Pecinan Semarang” ini seharusnya bisa berbicara lebih kencang lagi untuk menyuarakan keberadaan Pecinan di Semarang dan menghidupkan semangat perdagangan yang sempat mati.

Baca Juga: Buah Tangan #29, Kolaborasi Kolektif Hysteria dengan Yehezkiel Cyndo Hadir di Semarang

“Sebagai warga yang tinggal di Pecinan, saya sarankan agar lukisan ini berteriak lebih kencang lagi di ruang-ruang publik,” lanjut Benita.

Guna membangkitkan Pecinan Semarang sebagai tempat pariwisata yang hidup, kita harus mampu membaca dan meromantisasi potensi-potensi yang dimiliki oleh kawasan tersebut terlebih dahulu.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER