Intensitas Hujan Makin Tinggi, Petani Jepara Mulai Kembali Bercocok Tanam

BETANEWS.ID, JEPARA – Hamparan sawah yang berada di sepanjang Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara mulai digarap kembali oleh para petani. Setelah di musim kemarau kemarin, sawah di sepanjang desa tersebut mangkrak atau menjadi lahan bera.

Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, lahan bera pada masa Musim Tanam (MT) ke-tiga di Kecamatan Pecangaan mencapai 1,1 juta hektare dari total luas lahan 1,4 juta hektar atau sekitar 75 persen.

Salah satu petani, Mudhoif (55), mengaku mulai menanam benih padi setelah intensitas hujan cukup tinggi. Harapannya, sekitar Desember, benih yang ia sebar dapat tumbuh menjadi bibit padi yang siap tanam.

-Advertisement-

Baca juga: Berat di Ongkos, Petani Jepara Harap Ada Jaringan Listrik di Area Persawahan

“Ini bibit sama lahannya lagi disiapin, nebar benihnya dulu, perkiraan bulan Desember lah harapannya semoga sudah bisa masuk masa tanam,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (25/11/2023).

Di lahannya, itu, ia hanya bisa mengandalkan air hujan sebagai pengairan untuk menumbuhkan benih padi. Jika intensitas hujan tidak terlalu bagus, maka benih padi tersebut tidak bisa tumbuh dengan maksimal. Namun, jika hujan terlalu tinggi, benih padi yang ia tanam juga terancam gagal. Apalagi petani di Desa Kaliombo, setiap tahun masih dibayang-bayangi oleh kebanjiran lahan.

Baca juga: Berpotensi Besar, Petani Belimbing Jingga Berharap Ada Pendampingan

“Kalau ini kan sudah ada air, sudah ada hujan makanya berani tanam. Cuma nanti di bulan-bulan Januari, kalau hujannya tinggi, sawah sini sering kebanjiran,” katanya.

Petani yang mulai menyiapkan lahan pertanian juga tampak terlihat di sepanjang sawah Desa Paren, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Saat musim kemarau, lahan sawah di desa tersebut juga menjadi lahan bera.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER