BETANEWS.ID, KUDUS – Siswa SDN 2 Piji menoreh prestasi membanggakan untuk Kabupaten Kudus dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2023. Siswa bernama Rafael Aditia Saputra itu berhasil meraih juara 1 dalam cabang lomba kriya.
Kepala SDN 2 Piji, Tomy Satria Jatmika, mengaku bangga dengan pencapaian anak didiknya. Ia bahkan tidak menyangka jika Rafael berhasil meraih prestasi hingga tingkat nasional.
“Kebetulan di tingkat kecamatan Rafael mendapatkan juara kedua dan tingkat kabupaten juga mendapat juara kedua. Sedangkan tingkat provinsi Rafael mendapatkan juara satu, dan kemudian mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional. Kemudian tingkat nasional, Rafael dan karyanya mendapatkan penghargaan inovatif dari segi kebermanfaatan sebagai mainan,” katanya saat ditemui di SDN 2 Piji, Sabtu (18/11/2023).
Baca juga: Berikut Daftar Pemenang FLS2N Jenjang SD Tingkat Kabupaten Kudus
Pada cabang lomba seni kriya itu, Rafael membuat permainan tradisional yang berbeda dari lainnya, yakni menciptakan permainan sepeda sirkus berbahan dasar bambu tutul. Menurutnya, inovasi itulah yang dapat nilai lebih dari dewan juri.
“Jadi ini tidak hanya sekedar permainan, melainkan pengetahuan. Dalam hal ini keseimbangan dari pengungkit, yang menjadi titik tumpu pada roda dan bagian kiri kanan untuk menjaga keseimbangan,” terangnya.
Menurutnya, untuk menyiapkan hal itu, Rafael dan guru pembimbing membutuhkan waktu tiga bulan berlatih membuat sepeda sirkus. Siswa diajarkan membuat dan merangkai permainannya sendiri dari bambu yang masih utuh hingga menjadi bentuk mainan.
“Rafael ini memang benar-benar membawa bahan mentah semuanya belum dalam keadaan terpotong. Bukan hanya merangkai saja, dari awal dia memotong dan juga merangkainya,” paparnya.
Baca juga: Selamat! Inilah 24 Pelajar SMP Pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kudus
Adanya prestasi itu, lanjut dia, menjadi semangat tersendiri bagi guru dan siswa dalam mengikuti ajang perlombaan lainnya, baik dari segi akademik maupun nonakademik. Untuk mendukung upaya itu, pihaknya turut memfasilitasi dan mendorong siswa untuk berkreasi dalam mengembangkan potensinya.
“Yang jelas potensi dan bakatnya terfasilitasi, sehingga mereka bisa mengembangkannya melalui event perlombaan. Karena dengan itu motivasi anak menjadi lebih meningkat,” pungkasnya. (adv)
Editor: Ahmad Muhlisin

