BETANEWS.ID, KUDUS – Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Bergas C Penanggungan mengimbau semua desa punya Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk penanggulangan kekeringan.
“Sebenarnya kita itu bukan kekeringan kekurangan air, tapi kekurangan distribusinya. Oleh karena itu, tiap desa harus punya pamsimas biar kekeringan tak terulang lagi,” ujar Bergas kepada Betanews.id di rumah dinas Bupati Kudus, Kamis (5/10/2023).
Selain itu, kata Bergas, mengatasi kekeringan juga bisa melalui pipanisasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun, investasinya sangat mahal, sehingga yang paling relevan adalah Pamsimas.
Baca juga: Nelangsanya Warga Setrokalangan Kudus: Musim Hujan Kebanjiran, Kemarau Kekeringan
“Tapi ketika bicara Pamsimas manajemen masyarakat menjadi penting. Kalau nggak pakai manajemen yang bagus pasti nantinya akan sulit lagi,” bebernya.
Bergas megungkapkan, kekeringan merupakan problem klasik di Kabupaten Kudus saat terjadi kemarau panjang. Namun, kekeringan di 2023 ini belum separah yang terjadi pada 2019 silam. Menurut Bergas, lokasi kekeringan di Kudus tiap tahun hampir sama, hanya masa kekeringannya yang berbeda. Maka dari itu, pihaknya akan terus menyuplai air bersih sampai akhir November.
Baca juga: Bendung Klambu Tak Bisa Cukupi Kebutuhan Air, MT 1 di Tiga Daerah Irigasi Dipastikan Mundur
“Meski sudah hujan sedikit-dikit kemarau panjang yang terjadi ini mengakibatkan kekeringan melanda 7 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Kudus. Kita melakukan penanganan kekeringan dengan menyuplai air bersih kepada masyarakat,” jelasnya.
“Kekeringan di 2023 ini belum separah yang terjadi pada 2019 silam. Tapi, kalau kekeringan makin panjang maka masa kekeringan seperti di 2019 akan terjadi lagi. Nah ini kan belum seperti 2019 yang jumlah desa terdampak jauh lebih banyak,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

