BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu, Didi Supaat (50) tampak mendorong angkong berisi dua galon kosong dari rumahnya yang berada di Dukuh Setro, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Sesampainya di masjid, ia lalu mengantre mendapatkan air bersih bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus.
“Sudah dua mingguan sumur bor yang kami punya tidak mengeluarkan air sama sekali. Oleh sebab itu, untuk mencukupi kebutuhan air bersih keluarga, saya setiap pagi dan sore harus ngangsu di sumur masjid,” ujar Didi kepada Betanews.id, Kamis (31/8/2023).
Setiap kemarau, desanya memang selalu kekeringan hingga kesulitan air bersih. Pasalnya, sumur warga banyak yang tidak mengeluarkan air dan hal itu sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu.
Baca juga: Kudus Mulai Dilanda Kekeringan, Ratusan Warga di 2 Kecamatan Kesulitan Air Bersih
“Tapi, setiap musim hujan kami juga selalu kebanjiran. Musim hujan kebanjiran dan musim kemarau kami selalu kekeringan. Kami juga tidak tahu sebabnya, itu sudah terjadi sejak dulu,” ungkapnya.
Kaur Perencanaan Desa Setrokalangan, Indra Wirawan, membenarkan, setiap musim kemarau desanya mengalami kekeringan, sementara setiap musim hujan hampir bisa dipastikan kebanjiran.
“Hal itu sudah terjadi sejak dulu, sejak orang tua saya kecil. Setiap kemarau, kami warga Desa Setrokalangan pasti kesulitan air bersih dan ketika musim hujan, ya kebanjiran,” ujar Wawan.
Baca juga: Pemkab Kudus Akan Gandeng Pihak Swasta Untuk Distribusikan Air Bersih ke Warga
Dia mengatakan, di musim kemarau ini ada 65 Kepala Keluarga (KK) dengan 190 jiwa yang terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih. Mereka tersebar di wilayah Rukun Warga (RW) 1 ada dua Rukun Tetangga (RT) dan di wilayah RW 2 ada tiga RT yang terdampak.
“Sementara untuk kebutuhan air bersih, kami mendapat distribusi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus. Mereka secara bergantian mendistribusikan air bersih ke kami dua hari sekali,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

