Siswa-siswi Raudlatul Athfal (RA) Matholibul Ulum 1 Kudus, memulai proses belajar dengan kegiatan rutin berdoa dan bernyanyi. Namun ada yang menarik pada pembelajaran yang akan mereka ikuti kali ini. Mereka akan diajak untuk belajar computational thinking membuat remot dari kertas yang diwarnai.
Sebelum memulai kelas kreatif kali ini, para siswa diminta duduk melingkar di atas matras yang telah disiapkan. Mereka tampak ceria, dan seolah tidak sabar segera untuk memulai pembelajaran Sabtu Literasi, sebagaimana jadwal yang telah dibuat para guru. Di sekolah yang terletak di di Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, ini memang rutin membuat kegiatan serupa.
Dengan praktik membuat remot dan cara kerja remot ini, siswa juga dilatih belajar konsep komputasi sederhana, adanya perintah dan hasil dari perintah yang dibuat.
Emi Febri Liana | Guru RA Matholibul Ulum 1
Namun, sebelum memulai pembelajaran computational thinking melalui praktik sederhana, guru terlebih dahulu memberi para siswa aturan-aturan yang harus ditaati. Aturan pertama, siswa-siswi harus tenang, kedua tidak boleh bicara sendiri, yang terakhir mendengarkan materi pembelajaran yang dibacakan.
Baca jug: Di Pembelajaran Inkuiri, Guru Hanya Jadi Fasilitator Bagi Para Siswa
Saatnya tiba. Para siswa akan diajak belajar komputasi sederhana melalui praktik membuat remot kontrol. Siswa-siswi diberikan selembar kertas berisi tiga lingkaran yang diibaratkan sebagai remot kontrol. Lalu, mereka diminta untuk mewarnai setiap lingkarannya sesuai dengan keinginan para siswa. Para siswa diminta menentukan bunyi untuk masing lingkaran yang telah diwarnai.
Setelah itu, para siswa secara bergantian berdiri untuk mempresentasikan hasilnya kepada teman-teman dan guru. Siswa yang presentasi diminta menekan tombol remot kontrol yang telah dibuat. Kemudian, teman-temannya akan meniru bunyi sesuai dengan yang diinstruksikan oleh pemilik remot.

