31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Seniman Jepara dan Jogja Suarakan Isu Lingkungan Lewat Pameran Unik

BETANEWS.ID, JEPARA – Bekas bangunan tak terawat yang berlokasi di depan Gang Sumur Tuwo, Kelurahan Demaan, Kecamatan/Kabupaten Jepara disulap menjadi ruang berekspresi seniman Jepara dan Jogja. Pameran bertajuk Canal Canter Exhibition#1 tersebut menyuarakan keresahan tentang lingkungan sekitar.

Anis Machfudoh (27), Author pameran menjelaskan bahwa Canal Canter Exhibition#1 merupakan karya kolaborasi antara KamArt Kecil, Timik-Timik, dan ABDW Project dari Yogyakarta.

Baca Juga: Buku Antawacana di Sunyi Kurusetra, Perwujudan Kisah-Kisah Pewayangan dalam Kehidupan Masa Kini

-Advertisement-

Sebenarnya tidak ada isu atau tema khusus yang tadinya ingin diangkat dalam pameran tersebut. Namun kemudian, pameran tersebut direspon oleh para kurator untuk menyuarakan isu kedaerahan termasuk isu lingkungan.

“Tadinya kita nggak ada tema atau isu khusus tapi kemudian banyak juga yang mengangkat isu-isu kedaerahan termasuk lingkungan yang ada di Karimunjawa,” katanya saat ditemui di kediamannya, Desa Troso Rt 1/Rw 2, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Selasa (3/10/2023).

Ia kemudian melanjutkan bahwa sengaja memilih lokasi bangunan tua yang sekarang ini sudah tidak digunakan kembali oleh pemiliknya. Sebab dari bangunan tersebut ia juga ingin menyampaikan pesan tentang sejarah Kanal.

Menurutnya Kanal di masa dulu memiliki peran penting sebagai jalur lalu lintas kapal untuk distribusi barang maupun mobilitas manusia. Sejarah industri ukir di Jepara juga tidak lepas dari peran serta Kanal sebagai jalur lalu lintas kapal.

“Kita melihat bahwa dulunya Kanal ini ternyata sebagai ruang publik dan punya pengaruh terhadap industri kayu yang ada di Jepara. Sehingga kita ingin me-recall kembali bahwa dulu pernah ada nih jalur kapal yang bahkan masuk ke daerah kota yang namanya Kanal ini,” jelasnya.

Cerita tentang sejarah dan fungsi Kanal di masa lalu tersebut menurutnya masih terekam dari sisa-sisa bangunan industri maupun Loji (Rumah Belanda) yang masih berdiri di sekitar Kanal.

Baca Juga: Cemetery, Band Cadas Asal Kudus Keluarkan Single Baru Bertajuk ‘Esotericism Revelation’

Sehingga selain sebagai ruang berekspresi, pameran tersebut menurutnya juga ingin ia jadikan sebagai wadah untuk menyampaikan sejarah di masa lalu.

“Sebab seni itu kan lebih fleksibel aja untuk dipakai belajar banyak hal mulai dari sejarah, sosial, maupun lingkungan,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER