BETANEWS.ID, KUDUS – Kelompok mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK) telah berhasil melaksanakan riset resiliensi kepada narapidana wanita yang mempunyai balita.
Riset sosial humaniora program kreativitas mahasiswa tersebut diketuai oleh Syarifah Aulia dan didanai Ditjen Dikti.Riset dengan judul “Studi Fenomenologi: Resiliensi Narapidana Wanita Yang Mempunyai Balita”menggandeng beberapa mitra, diantaranya Rutan Kelas II-B Kudus, Lapas Kelas II-B Pati, dan Lapas Perempuan Kelas II- A Semarang.
Baca Juga: UMK Sambut 39 Mahasiswa PMM 3 dari 21 Universitas
Syarifah Aulia mengatakan, secara hak dan kewajiban narapidana wanita dengan narapidana laki-laki sama. Akan tetapi dari keadaan psikologis, emosi dan kesehatan mental narapidana wanita dengan laki-laki pastinya berbeda.
”Berdasarkan sumber literatur yang kita baca, yaitu jurnal penelitian Ardilla dan Herdiana tahun 2013, narapidana wanita diyakini lebih rentan mengalami mental illness dibandingkan dengan narapidana laki-laki,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, penelitian Franky tahun 2015 juga mengatakan permasalahan psikologis yang sering dialami narapidana wanita adalah perasaan tidak bermakna yang ditandai dengan perasaan hampa, bosan dan putus asa.
Narapidana wanita cenderung merasa bahwa dirinya tidak berguna yang merupakan salah satu tanda harga diri rendah dan hal ini juga berpengaruh pada ketahanan narapidana ketika menjalani kehidupan selama berada di Lapas.
”Orang hamil biasa saja rentan mengalami depresi, mulai dari baby blues, post partum blues dan depresi masa nifas, apalagi seorang narapidana yang kondisi psikologisnya terganggu. Itu yang menjadi alasan kami tertarik meneliti kasus ini,” imbuhnya.
Riset tersebut dibimbing oleh Tinon Citraning Harisuci S.Psi., M. Psi tersebut merupakan kolaborasi antar program studi di UMK. Anggota riset tersebut antara lain adalah Zahwa dan Hikma dari prodi psikologi, Widya dari prodi hukum, serta Hilmi dari prodi teknik.
Setiap anggota memiliki jobdesk sesuai dengan program studi yang diampu. Riset ini membutuhkan waktu lama karena menggunakan metode triangulasi, yaitu pengambilan data melalui 3 sumber. Sumber data pada riset ini adalah narapidana, keluarga, dan petugas penjaga blok.
Semua kegitan riset tersebut dapat dipantau lewat sosial media Instagram dan tiktok dengan username prisonerpsychology.id. Namun, website riset ini yang masih dalam proses pembuatan.
Baca Juga: Jumlah Mahasiswa Baru Turun, Ini Dua Upaya yang Disiapkan UMK
Tim berencana akan mempublikasikan hasil riset dalam jurnal. Selain itu mereka akan memberikan sosialisasi terkait psychological first aid kepada petugas blok dengan bantuan dosen pembimbing yang kebetulan juga merupakan psikolog.
Kelompok tim PKM- RSH dari UMK berharap, riset dapat bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya narapidana wanita yang mempunyai balita, keluarga, petugas, dan orang orang sekitar.
Editor: Haikal Rosyada

