BETANEWS.ID, JEPARA – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara mulai melakukan verifikasi data jamaah calon haji yang akan berangkat ke tanah suci pada 2024 mendatang.
Plt Kepala Kantor Kemenang Jepara, Akhsan Mukhyiddin, mengatakan, untuk data sementara jamaah calon haji Jepara 2024 berjumlah 1.363 orang. Data tersebut masih akan mengalami perubahan sehingga bisa bertambah ataupun berkurang.
“Ini tahapnya masih verifikasi data dan setelah ini akan kita lakukan pengurusan untuk paspornya,” kata Akhsan saat ditemui di Ruang Command Center, Setda Jepara, Rabu (5/10/2023).
Baca juga: Kemenag Jepara Akan Mendata Rumah Ibadah yang Belum Berizin, Kira-Kira Ada Berapa?
Pengurusan paspor untuk jamaah calon haji, menurutnya, akan didahulukan sebagai persiapan dini syarat administrasi calon jamaah.
“Setelah proses verifikasi nanti pembuatan paspor, jadi itu memang kita dahulukan sebelum pelunasan, agar secara administrasi jamaah haji yang berangkat di tahun 2024 sudah tersedia,” tambahnya.
Ia kemudian menambahkan bahwa calon jamaah haji yang akan berangkat di 2024 juga lebih banyak didominasi oleh warga lanjut usia (Lansia). Rinciannya, 230 jamaah umur 70 tahun ke atas, 302 jamaah rentang umur 61-70 tahun, dan sisanya di bawah umur 60 tahun.
Ia juga menjelaskan bahwa untuk persiapan pemberangkatan calon jamaah haji nantinya para jamaah akan dibekali dengan manasik haji yang diberikan di tingkat kabupaten dan kecamatan.
“Untuk yang kecamatan sesuai jadwalnya akan diberikan sebanyak enam kali, dan jumlah anggaran yang kita sediakan sebesar Rp1,18 miliar,” katanya.
Baca juga: Kesejahteraan Rakyat Meningkat, Jepara Raih Penghargaan Kemenkeu
Kemudian sebagai langkah antisipasi agar keluhan dari para jamaah haji yang berangkat di tahun 2023 tidak kembali terulang, dari pihak Kemenag Jepara sudah melakukan evaluasi. Dari hasil evaluasi tersebut, di tahun 2024 nanti kesehatan dari para jamaah calon haji akan menjadi prioritas.
“Yang menjadi prioritas kita di tahun 2024 salah satunya lansia dan jamaah yang sakit, agar nantinya pada saat sampai di Mekkah dan Madinah bisa dalam kondisi fisik yang prima dan bisa menjalankan ibadah haji dengan maksimal,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

