“Sebelumnya, para siswa sudah kami perlihatkan video tentang Kudus. Dan sekarang, kami ajak berkeliling dan berkunjung di Museum Jenang untuk melihat proses pembuatan jenang melalui diorama,” ucap Hana.
Hana menambahkan, pada semester ini akan dilakukan dua kali outing class, yakni di Museum Jenang dan kegiatan di sekitar sekolah. Menurutnya, kegiatan di luar kelas memang harus sering dilakukan agar para siswa terbiasa dengan lingkungan sekitar. Selain itu juga menambah pengalaman bagi para siswa.
“Kalau di sekitar sekolah, biasanya siswa-siswi akan diajak untuk berbagi. Nah yang hari ini juga ada beberapa anak merasa kurang nyaman naik angkutan, karena baru pertama kali. Namun, setelah kami beri pengertian akhirnya siswa-siswi mulai paham dan menikmati,” tutur perempuan asal Hadipolo itu.
Baca juga: Adik-Adik RA NU Banat Baru Tahu, Ternyata Tailor Adalah Penjahit
Hana menjelaskan, kegiatan belajar langsung di Museum Jenang dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa-siswi. Tak hanya sejarah jenang, di sana mereka juga belajar banyak tentang sejarah Kudus.
“Tadi juga melihat rumah adat, diorama rumah kapal, rumah kembar, dan peninggalan bersejarah lainnya. Melalui kegiatan seperti ini akan menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap kota kelahiran mereka, yakni Kudus,” jelasnya.

