BETANEWS.ID, KUDUS – Tanaman warna-warni terlihat berjejer di sekeliling warung wedang ronde yang berada di Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Di sana, seorang perempuan tampak sedang membersihkan meja dan kursi untuk pembeli yang datang.
Perempuan bernama Safira itu kemudian mendengarkan pesanan pembeli untuk kemudian berjalan menuju dapur kedai bernama Wedangan Nggatak itu. Di tempat itu, ia bertemu dengan ayahnya yang sudah siap membuatkan menu pesanan.

Di sela-sela kesibukannya melayani pembeli, ia bersedia berbagi cerita tentang awal mula membuka usaha wedangan bersama ayahnya. Ia mengatakan, dulunya hanya menjual tanaman-tanaman, namun pada April 2023 ia disarankan oleh teman ayahnya untuk berdagang wedang ronde, mengingat di Jepangpakis belum ada yang menjual minuman berbahan dasar jahe itu.
Baca juga: Viral Es Dawet Pake Susu Full Cream di Kudus, Sehari Bisa Jual hingga 500 Cup
“Saat itu bukanya Ramadan, jadi ramainya setelah habis salat tarawih. Alhamdulillah sekarang sudah banyak pembeli yang mulai kenal dengan Wedangan Nggatak,” jelas perempuan berusia 17 tahun itu, Minggu 10/09/2023.
Ia mengatakan wedang ronde yang dijual merupakan setoran dari orang. Uniknya, di dalam wedang tidak hanya terdapat ronde, karena ada kismis atau anggur yang dikeringkan. Selain wedang ronde yang menjadi favorit para pembeli, ada juga wedang blung. Untuk harga wedang ronde Rp7 ribu sedangkan blung Rp5 ribu.
“Biasanya dalam sehari bisa memperoleh pendapatan hingga Rp1 juta jika dalam keadaan ramai. Tapi jika sepi sekitar Rp600 ribu,” bebernya.
Ia juga mengatakan warung yang buka setiap hari kecuali Kamis mulai pukul 17.00-23.00 Wib itu mulai ramai pembeli kira-kira setelah habis Magrib. Untuk yang ingin memesan secara online juga bisa melalui aplikasi Grab.
Editor: Ahmad Muhlisin

