BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pembeli tampak datang silih berganti di lapak Es Doger Priangan di Jalan Kudus-Colo, Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Mereka ada yang membeli satu cup tapi ada juga yang memborong.
Saat siang, lapak milik Gina itu memang selalu ramai oleh warga yang ingin menikmati kesegaran es asal Bumi Pasundan itu. Es dengan berbagai isian itu bisa jadi penolong saat tenggorokan kering setelah terpapar panas yang begitu menyengat.

“Es dogernya berisi es serut, ketan hitam, roti, sagu mutiara, agar-agar, dan susu cokelat atau putih sesuai dengan permintaan konsumen. Es doger ini harganya mulai Rp3-5 ribu,” katanya saat ditemui, Selasa (26/09/2023).
Baca juga: Musim Kemarau Pembawa Berkah, Ema Bisa Jual Ratusan Porsi Es Tiap Hari
Menurut Gina, sejak buka Januari 2023 lalu, lapaknya cukup ramai pembeli, apalagi saat musim kemarau. Dalam sehari di jam buka mulai pukul 9.30-16.30 WIB, ia bisa membawa pulang penghasilan Rp150-200 ribu.
Gina mengatakan, sebelum merantau ke Kudus bareng suami dan anaknya, dulunya dia pernah merantau ke Bali sekitar sepuluh tahun. Di Bali ia usaha burung dan ikan hias, namun saat Corona perekonomian turun dan gulung tikar.
Baca juga: Rintis Bisnis Modal Nekat, Nani Bisa Dapat Omzet Ratusan Ribu Sehari dari Jual Es Campur
Pada Agustus 2022, Gina beserta keluarga memutuskan kembali ke kampung halaman di Tasikmalaya karena orang tuanya sakit. Namun, baru sekitar tiga minggu di sana, ia menyusul suaminya yang sudah lebih dulu merantau ke Kudus.
“Musim hujan menjadi kendala utama saat membuka usaha, lalu mengenalkan es doger kepada masyarakat karena mereka masih awam dengan minuman asli bandung itu,” ucap ibu yang dikaruniai dua anak tersebut.
Editor: Ahmad Muhlisin

