BETANEWS.ID, KUDUS – Tim penilai lomba pelaksanaan posyandu disambut hangat Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, dengan hiburan tarian yang dibawakan oleh anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dan peserta posyandu remaja, Kamis (21/9/2023).
Lomba yang rutin diadakan setiap tahun oleh Dinas PMD itu sebagai kegiatan positif untuk mengetahui secara jelas bagaimana pelaksanaan posyandu di Kabupaten Kudus berjalan dengan baik.
Baca Juga: Dirintis Sejak 1994, Ikan Asap Maju Jaya Kudus Kini Tembus Berbagai Daerah
Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMD Kabupaten Kudus, yang sekaligus menjadi ketua tim penilai lomba, Lilik Ngesti mengatakan, pihaknya mempunyai kewajiban membina masyarakat dalam hal aktivitas kesehatan. Menurutnya, salah satu yang dilakukannya dengan pelaksanaan lomba posyandu.
“Tahun ini kami menyelenggarakan pelaksanaan posyandu dari LKD (Lembaga Kemasyarakatan Desa) sekaligus aktivitas kesehatan yang dimulai hari Senin hingga Jumat. Jadi dalam satu hari kita lakukan penilaian di dua desa yang mewakili kecamatan masing-masing,” ungkapnya, Kamis (21/9/2023).
Ia menyebut, dalam penilaian itu juga dimasukkan indikator penilaian Integrasi Layanan Prima (ILP). Dimana, kader posyandu dituntut untuk mempunyai 25 kompetensi. Dalam indikator penilaian ILP itu diharapkan kader bisa mengukur dan mengetahui bagaimana keluhan masyarakat.
“Tim penilai lomba pelaksanaan posyandu ini dari berbagai instansi di Kabupaten Kudus. Di antaranya, Bapeda, DKK, Disdikpora, Dinsos, Pokja 4, tenaga pendamping profesional, dan Dinas PMD,” tuturnya.
Lilik berharap, dengan adanya kegiatan itu posyandu bisa menjadi hal yang menarik. Karena semua elemen masyarakat ikut terlibat. Dimana Muspindes wajib andil dalam kegiatan posyandu. “Paling tidak memberikan support dan dukungan. Karena posyandu menjadi tanggung jawab semua lini masyarakat.
Camat Dawe, Famny Dwi Arfana menururkan, tahun ini pihaknya mendelegasikan Desa Piji maju dalam lomba tingkat Kabupaten tersebut. Hal itu karena, Desa Piji dinilai mempunyai inovasi-inovasi dalam pelayanan kesehatan untuk masyarakat.
Dengan raihan juara satu tahun lalu di Kecamatan Dawe, yang diwakili oleh Desa Cranggang itu, kata Famny, diharapkan bisa menular ke Desa Piji tahun ini.
“Seperti kemarin Desa Cranggang mendapatkan juara satu se-Kabupaten Kudus. Harapannya di tahun ini Desa Piji juga bisa mendapatkan juara satu. Tentunya dengan transparan, sesuai penilaian apa yang ada di dalam admistrasi dan pelaksanaan di lapangan,” jelasnya.
Ketua Pembina PKK Desa Piji, Lilis Rohmatun menambahkan, Posyandu Bakti Pertiwi memiliki beberapa inovasi dalam pelaksaan posyandu, baik mulai balita, remaja, dan lansia.
Menurut Lilis, inovasi itu ada empat yang meliputi, sigap stunting, Narisah (nambah berat badan dapat hadiah), GLS Prodir (gerakan lansia sehat, produktif mandiri), dan Paharesapi (pendidikan kesehatan remaja Desa Piji).
Baca Juga: Hartopo Sebut Semangat Gotong Royong Pemakaman Warga Kudus Mulai Pudar
“Harapannya kita bisa mengembangkan inovasi-inovasi ini, dan remaja nanti kita bina lagi biar bisa menghasilkan sesuatu tidak hanya dari tarian yang mereka pentaskan hari ini, tapi juga inovasi lain yang lebih bermanfaat lagi,” ujarnya.
Pihaknya menargetkan, bisa masuk dalam tiga besar dalam lomba pelaksanaan posyandu tahun ini. “Kalau untuk target pastinya ingin yang terbaik. Setidaknya tiga besar,” imbuhnya sambil tersenyum.
Editor: Haikal Rosyada

