BETANEWS.ID, JEPARA – Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta melalui kegiatan Rembuk Tani yang diadakan di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Desa Jlegong, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara mendapat aspirasi dari para petani yang ada di desa tersebut agar membangunkan Jalan Usaha Tani (JUT) serta irigasi pertanian.
Menindaklanjuti hal tersebut, ia mengatakan akan meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk mencatat berbagai masukan yang disampaikan oleh masyarakat.
Baca Juga: Usai Jenguk Anak Kurang Gizi, Pj Bupati Minta Petinggi dan Camat Lebih Perhatian pada Warganya
“Ada banyak masukan-masukan yang tadi disampaikan oleh pera petani dalam kehidupan rembuk tani, salah satunya minta dibangunkan JUT, minta irigasi,” katanya saat ditemui di RSUD Kartini, Kabupaten Jepara, Jumat (29/9/2023).
Selain dua masukan tersebut, ia menyampaikan bahwa ada juga permintaan dari Kelompok Wanita Tani (KWT) di desa tersebut agar diberikan pendidikan pelatihan pengolahan hasil pertanian serta pengemasan produk.
Ia kemudian menyampaikan bahwa dana insentif yang kemarin diterima oleh Kabupaten Jepara sebesar Rp9 miliar dari Kementerian Keuangan karena berhasil mengendalikan inflasi, Rp3,5 miliar dari dana tersebut menurutnya akan dialokasikan di bidang pertanian.
Ia mengatakan bahwa hal tersebut juga sudah ia sampaikan kepada DKPP. “Kami sudah sampaikan ke DKPP, kemarin kita kan dapat bantuan keuangan, Rp3,5 miliar nya nanti akan kita gunakan untuk mensuport pertanian termasuk irigasi, JUT, bibit, yang harapannya pangan di Jepara bisa aman,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut ia juga menyampaikan bahwa produksi beras Jepara di tahun 2022 mengalami surplus sebesar 38 ton. Kemudian data per bulan Agustus di tahun ini, produksi beras di Jepara menurutnya juga mengalami surplus sebesar tujuh ton.
Baca Juga: Kisah Koesoemo Oetoyo, Bupati Jepara 1905-1925
Dengan kondisi tersebut, Pemkab Jepara kemudian membuat program Beras ASN dengan tujuan agar produksi gabah dari para petani lokal dapat diserap dan dikonsumsi oleh masyarakat Jepara sendiri.
Sedangkan untuk menstabilkan kenaikan harga beras yang tengah terjadi di masyarakat ia juga memerintahkan kepada DKPP untuk kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
Editor: Haikal Rosyada

