BETANEWS.ID, KUDUS – Jaminan Kesehatan Nasional, Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kabupaten Kudus sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC). Hal itu dikarenakan 98,32 persen warga Kota Kretek sudah tercover oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Heni Riswanti mengatakan, sesuai data semester pertama tahun 2023 jumlah penduduk di Kota Kretek kurang lebih 871.569 jiwa. Dari jumlah tersebut yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS ada 856.693 jiwa.
Baca Juga: UMK Sambut 39 Mahasiswa PMM 3 dari 21 Universitas
“Jumlah warga Kudus yang tercover JKN-KIS itu setara 98,32 persen. Namun untuk keaktifan kepesertaan tidak bisa 100 persen,” ujar Heni kepada Betanews.id kala Media Gathering di @Hom Hotel Kudus, Senin (18/9/2023).
Dia mengungkapkan, dari jumlah peserta JKN-KIS di Kudus tersebut yang aktif hanya sekira 75,92 persen. Maksutnya, yang bisa memanfaatkan layanan kesehatan hanya 75,92 persen. Sementara sisanya sudah tak aktif.
“Untuk faktornya ada berbagai macam penyebab. Satu di antaranya adalah menunggak iuran,” bebernya.
Baca Juga: Berniat Balikin Dompet, Warga Undaan Malah Dibekuk Polres Kudus, Ternyata…
Sementara kelas JKN-KIS yang paling banyak menunggak di Kudus, kata Heni, adalah golongan kelas 3. Menurutnya, 68 persen peserta JKN-KIS kelas 3 di Kudus menunggak iuran.
“Peserta JKN-KIS kelas 3 yang menunggak sebenarnya memang tidak mampu membayar iuran BPJS Kesehatan. Tapi karena mereka butuh layanan kesehatan dan tidak masuk dalam kriteria yang bisa dibiayai oleh pemerintah, sehingga harus daftar jadi peserta JKN mandiri dan kemudian menunggak,” ungkapnya.
Editor: Haikal Rosyada

