BETANEWS.ID, DEMAK – Warung sederhana di tepi Jalan Kyai Singkil, dekat Taman Kali Tuntang, Demak tampak ramai didatangi warga secara silih berganti-ganti. Mereka rata-rata membungkus sarapan untuk dimakan di rumah masing-masing.
Lapak milik Nila itu memang hanya berada di motor roda tiga tanpa ada tempat duduk untuk menikmati nasi uduk atau nasi kuning di tempat. Meski begitu, jualannya selalu laris manis dengan omzet ratusan ribu sehari.

Warga Desa Kalicilik, Kecamatan/Kabupaten Demak itu menjelaskan, jualan tersebut merupakan upayanya bangkit dari jual nasi pecel yang tak laku. Di peruntungan kedua ini, nasibnya ternyata cukup baik.
Baca juga: Lezatnya Enthog Goreng Bu Eny di After Kudus yang Bisa Bikin Kalap
“Dulu sebelum merintis ini saya jualan nasi pecel, berhenti karena tidak laku. Lalu ikut pabrik berhenti juga karna faktor waktu. Dan kini alhamdulillah sedang merintis usaha makanan nasi kuning dan nasi uduk,” ujarnya saat ditemui beberpa waktu lalu.
Usaha yang dirintis mulai 2020 itu menjual nasi uduk dan nasi kuning dengan harga sangat terjangkau, yakni Rp6 ribu per porsi. Dalam setiap porsi ada tambahan kacang tanah, suwiran telur, suwiran ayam, serondeng, dan topping yang bisa dipilih seperti bakso, sate puyuh, dan telur.
Baca juga: Mi Bakar di Outlet Mie Blasteran Ini Rasanya Unik, Coba Deh Siapa Tahu Ketagihan
Karena jualannya laris manis, Nila kini sudah punya satu cabang di Tembiring, Kecamatan Wonosalam, yang keduanya buka mulai pukul 6.00 WIB sampai 10.00 WIB.
“Untuk hari biasa Senin sampai Sabtusaya bisa membawa nasi kuning dan nasi uduk mencapai 5 kilogram per hari. Kalau hari Minggu bisa mencapai 10 kilogram. Untuk omzet bisa mendapatkan hingga Rp600 ribu per hari,” beber Nila.
Penulis: Topan Pandalas, Mahasiswa PPL IAIN Kudus
Editor: Ahmad Muhlisin

