BETANEWS.ID, DEMAK – Memasuki masa tanam (MT 1) petani di Demak mengeluh belum bisa melakukan penanaman padi. Hal itu disebabkan kondisi air dari Waduk Kedung Ombo yang belum diperbolehkan untuk irigasi. Padahal, Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertanpangan) Demak menginformasikan bahwa MT 1 dimulai 15 September.
Salah satu petani, Hardi, mengatakan, kondisi Sungai Jratunseluna yang telah teraliri Waduk Kedung Ombo hanya memiliki kedalaman air 60 sentimeter, sehingga tidak dapat mengairi area persawahan warga.
“Airnya ini kurang, karena kemarau panjang jadi air dari Waduk Kedung Ombo menipis. Takutnya setengah jalan pertanian nanti kurang,” kata petani Dukuh Gandek, Desa Undaan Kidul, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak itu, Selasa (19/9/2023).
Baca juga: Waduk Kedung Ombo Dibuka, Warga Dukuh Gandek Demak Gembira
Akibatnya, lahan persawahan sekitar 150 hektare di Dukuh Gandek kini menganggur, termasuk lahan 1 hektare miliknya.
“Mungkin satu minggu, kira-kira tambah satu meter pengairannya bisa ke desa. Sementara ngangsu untuk keperluan sehari-hari,” ujarnya.
Tidak hanya Hardi, Santoso turut khawatir jika MT 1 molor kembali. Menurutnya, jika penanaman mundur, maka panen terancam gagal karena telah memasuki musim penghujan.
“Makanya saya tanya, kapan dibolehkan MT 1. Jika diundur lagi takutnya Februari itu sudah hujan dan padi ambruk semua karena angin,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

