BETANEWS.ID, KUDUS – Mobil pikap berisi nanas tampak terparkir di pinggir Jalan Tanjung, Desa Kramat, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Beberapa warga yang lewat tampak tergiur untuk mampir dan berakhir membawa pulang nanas yang sudah dikupas.
Setiap ada orang yangd atang, sang pemilik lapak, Rudi, dengan cekatan menawari beli nanas utuh atau sudah dikupas. Jika memilih dikupas, ia lantas segera mengupasnya dan memaskukkanya dalam plastik.

Setiap ada orang yang datang, sang pemilik lapak, Rudi, dengan cekatan menawari beli nanas utuh atau sudah dikupas. Jika memilih dikupas, ia lantas segera mengupasnya dan memasukkannya dalam plastik.
Baca juga: Jambu Demak ‘Jajah’ Wilayah Kudus
Saking larisnya, menurut Rudi, dalam dua minggu jualan pada pukul 7.00-23.00 WIB, ia bisa menjual hingga 2.000 nanas. Nanas itu ia jual mulai Rp7,5 ribu hingga Rp20 ribu. Omzetnya tentu tak main-main, yaitu kalau sepi dapat Rp1 juta dan kalau ramai bsia sampai Rp1,4 juta.
Pria asal Madura itu membeberkan, saat hari-hari besar omzet yang didapat bisa lima kali lipat dari hari biasa, seperti saat Iduladha kemarin.
“Biasanya beli nanas 2.000 buah dari Blitar lalu dibawa ke Kudus. tidak sampai dua minggu sudah habis,” ungkapnya saat ditemui, Sabtu (19/08/2023).
Menurutnya, buah nanas yang dibeli dari Blitar itu sangat berbeda dari daerah lainnya. Perbedaan terdapat pada ukuran dan ketahanan buahnya. Ia juga tak memungut biaya untuk pengupasan, meski di tempat lain dikenai biaya Rp2 ribu.
Editor: Ahmad Muhlisin

