BETANEWS.ID, KUDUS – Semester pertama tahun 2023 terjadi tsunami penonaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional, Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Di Kabupaten Kudus sendiri peserta JKN-KIS yang dinonaktifkan ada sebanyak 20 ribu jiwa.
Hal itu diungkap oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kudus, Heni Riswanti kala Media Gathering di @Hom Kudus, belum lama ini. Dia mengatakan, penonaktifan kepesertaan JKN-KIS sebanyak 20 ribu jiwa itu terjadi pada Bulan April dan Mei.
Baca Juga: Tiap Tahun Warganya Merugi Rp2,1 M, Kades Temulus Minta Pengerukan Sungai JU1 Dikebut
“Jadi di dua bulan tersebut, seluruh Indonesia mengalami tsunami penonaktifan kepesertaan JKN-KIS dari Kementerian Sosial. Masing-masing Kabupaten/Kota ada kuotanya sendiri yang dinonaktifkan. Untuk Kudus itu yang dinonaktifkan sebanyak 20 ribu peserta,” ujar Heni.
Dia mengungkapkan, ada beberapa faktor kepesertaan JKN-KIS dinonaktifkan oleh Kemensos. Antara lain, pertama yakni pemadanan data dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dilihat tidak valid, dalam artian bisa ganda atau tidak terdaftar, itu akan dinonaktifkan,” bebernya.
Kemudian yang kedua, peserta tersebut memang tidak masuk ke kategori tidak layak menerima bantuan pembiayaan jaminan kesehatan. Artinya yang bersangkutan dianggap mampu secara ekonomi dan sudah keluar dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Karena memang warga yang mendapatkan bantuan pembiayaan JKN-KIS dari Kemensos sumber awalnya adalah DTKS,” ungkapnya.
Baca Juga: Tangisan Istri Iringi Perpisahan Hartopo dengan Warga Kudus
Selain dinonaktifkan oleh Kemensos, ada juga kepesertaan JKN-KIS di Kabupaten Kudus yang dinonaktifkan oleh pemerintah daerah, jumlahnya kurang lebih sebanyak 9 ribuan jiwa. Jumlah tersebut merupakan penonaktifan dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2023.
“Memang secara rutin di Kudus itu ada penambahan peserta JKN-KIS yang dinonaktifkan. Jumlahnya per bulan yang dinonaktifkan sekitar seribuan,” katanya.
Editor: Haikal Rosyada

