Menikmati Hangatnya Adon-Adon Coro, Minuman Khas Jepara Favorit RA Kartini 

BETANEWS.ID, JEPARA– Di antara gerobak yang saling berjejer di sebelah utara kawasan Shopping Center Jepara (SCJ), gerobak berbahan seng berkelir merah bertuliskan “Adon-Adon Coro” cukup ramai didatangi pembeli. 

Kristianto (40), Warga Desa/Kecamatan Bangsri memang tidak hanya menjual Adon-Adon Coro, tetapi juga es gempol pleret yang sama-sama merupakan minuman khas Jepara. 

Meskipun pembelinya tidak sebanyak Es Gempol Pleret, Kristianto mengatakan, Adon-Adon Coro memiliki pelanggan setia yang kebanyakan berasal dari luar daerah. Mereka selalu memesan minuman tersebut setiap kali datang ke Jepara. 

-Advertisement-

Di tengah menjamurnya berbagai jenis minuman beraneka rasa, minuman tradisional seperti Adon-Adon Coro menurut Kristianto memang jarang diminati oleh anak-anak muda. 

“Rata-rata yang beli memang yang sudah sepuh, yang sudah langganan lama, jarang kalau anak muda,” kata Kristanto.

Padahal, minuman berbahan rempah tersebut menurut Kristanto memiliki khasiat yang bagus untuk menjaga kebugaran tubuh. 

Selayaknya minuman, Adon-Adon Coro berbentuk cair dengan bahan utamanya terbuat dari campuran jahe, gula merah, dan potongan kelapa muda. Dalam penyajiannya, Adon-Adon Coro dicampur dengan santan dan bubuk jamu yang terbuat dari 15 campuran rempah. 

“Khasiatnya bisa untuk menghangatkan badan, masuk angin, meriang, pilek. Karena bahan utamanya dari jahe campur gula merah, terus dicampur jamu yang isinya rempah-rempah, total ada 15 jenis,” sebut Kristanto. 

Kristanto sendiri sudah 20 tahun menjadi penjual Adon-Adon Coro. Ia merupakan penerus generasi ke-4 yang mewarisi usaha tersebut dari mbah istrinya. 

Satu porsi Adon-Adon Coro yang disajikan dalam mangkuk kecil dijual dengan harga Rp7 ribu. Ia biasanya berjualan mulai pukul 16.00 WIB sampai habis. 

Terpisah, Subkor Sejarah dan Kepurbakalaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Lia Supardianik mengatakan, secara penyajian Adon-Adon Coro, hampir mirip dengan Wedang Jamu Coro dari Kabupaten Demak. 

Lia menjelaskan, Adon-Adon Coro memiliki tekstur cair menyerupai wedang jahe bersantan atau kolak yang encer. Isiannya berupa potongan kelapa muda atau kelapa bakar.

Sedangkan Wedang Jamu Coro teksturnya lebih kental, hampir menyerupai bubur sumsum yang sangat cair atau saus santan yang pekat. Hal ini karena Wedang Jamu Coro menggunakan campuran tepung beras.

“Menurut tutur lisan, minuman ini (Adon-Adon Coro) disukai oleh Ibu Kartini. Namun untuk bukti dukung historisnya belum ada,” ungkap Lia. 

Nama Adon-Adon Coro menurut Lia merujuk pada “coro” atau “cara” yang dalam pembuatannya diadon atau diolah. Sehingga Lia meluruskan nama tersebut bukan “coro” dalam bahasa Jawa yang berarti kecoa. 

Saat ini secara administratif, Adon-Adon Coro sudah tercatat dalam basis data Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Jepara dalam domain pengetahuan tradisional. 

“Kami berencana untuk memasukkan Adon-Adon Coro sebagai nominasi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia sebagai salah satu minuman tradisional dari Jepara yang kaya rempah,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER