31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Ini Alasan Air Waduk Kedung Ombo Belum Diperbolehkan untuk Irigasi Sawah di Demak

BETANEWS.ID, DEMAK – Pintu air Waduk Kedung Ombo telah dibuka untuk masa tanam (MT) 1 sejak 15 September 2023. Namun, petani di Kabupaten Demak yang mengandalkan kiriman air tersebut belum bisa menggunakannya untuk mengairi sawahnya.

Bupati Demak, Eisti’anah mengatakan, berdasarkan kesepakan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, untuk sementara aliran Waduk Kedung Ombo dibuka untuk keperluan mandi, cuci, kaskus (MCK) dan konsumsi. Maka dari itu, MT 1 baru dapat dilakukan oleh masyarakat terkhusus petani, seminggu setelah penggelontoran air.

“Adanya keterbatasan penggelontoran ini, kami harapkan kesabaran dari petani. Alhamdulillah sekarang mulai turun hujan juga membantu proses MT 1 ini,” katanya, Selasa (19/9/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Masuki MT 1, Petani Demak Keluhkan Air Irigasi Belum Bisa Digunakan

Kepala Bidang (Kabid) Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertanpangan) Demak, Heri Wuryanta, menyebut, beberapa wilayah Demak telah melakukan MT 1. Hal itu, disesuaikan dengan area persawahan yang dekat dengan sumber pengairan.

“Seperti di Desa Ketanjung, Undaan Lor, Undaan Kidul Kecamatan Karanganyar, karena memang menyedot dari Sungai Wulan, makanya bisa dimulai dan sudah ada tanamannya,” paparnya.

Tidak hanya itu, faktor geografis yang berbeda memungkinkan MT 1 dapat dilakukan tepat waktu oleh petani memulai penanaman padi di sawah.

“Pasti berbeda, tidak ada yang sama. Masa tanam itu dimulai yang ada airnya dulu, seperti timur wilayah Gajah, Karanganyar, Mijen, terkahir Wedung dilakukan secara urutan,” ujarnya.

Baca juga: Waduk Kedung Ombo Dibuka, Warga Dukuh Gandek Demak Gembira

Meskipun mengalami kemunduran, ia memperkirakan hasil pertanian tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, harga gabah dari MT 1 diperkirakan mengalami kenaikan.

“Biasanya hasil MT 1 dengan MT 2 lebih bagus MT 1, karena kan habis diistirahatkan. Sehingga ada perbaikan masa penyuburan tanah,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER