31 C
Kudus
Senin, Mei 27, 2024

Butuh Waktu Hingga Sebulan untuk Pembuatan Satu Gunungan Meron

BETANEWS.ID, PATI – Ali Musyafak terlihat mengecek once yang memiliki warna merah dan putih. Once ini merupakan bagian dari gunungan Meron yang terbuat dari bahan ketan yang sudah digoreng atau sering disebut rengginang, yang kali ini bentuknya kecil.

Sebagai salah satu bahan utama untuk gunungan Meron, once ini dirangkai menggunakan benang dan juga pelepah daun ketela yang sudah kering.Once ini melambangkan keharuman bunga kusuma bangsa.

Baca Juga: Meriah! Tradisi Ampyang Maulid di Loram Kulon Diikuti Ribuan Peserta, Ada Pembagian Nasi Kepel

-Advertisement-

Ali Musyafak yang merupakan Kaur Pembangunan Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Pati ini memastikan, bahwa gunungan yang dibuatnya bersama warga siap untuk diarak dalam upacara Meron yang digelar pada Jumat (29/9/2023).

Menurutnya, setiap perangkat desa yang jumlahnya ada 13 wajib membuat gunungan untuk acara Meron. Biasanya gunungan itu sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.

“Kalau untuk membuat gunungan ini kira-kira ya sampai sebulan. Biasanya dibuat ramai-ramai, dibantu warga, ” ujar Musyafak.

Ia menyebut, ada beberapa komponen untuk membuat gunungan tersebut. Yakni, once, kemudian cucur dan ampyang atau rengginang ukuran besar. Untuk once dan ampyang, katanya, bisa menghabiskan sekitar 70 kilogram beras ketan.

Dari semua komponen itu, menurutnya, bagian yang tersulit adalah membuat once. Sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.

Lebih lanjut Musyafak menjelaskan, secara keseluruhan, Meron terdiri dari tiga bagian. Yaitu mustaka, gunungan, dan ancak (penopang).

“Bagian Mustaka terdiri dari lambang ayam jago atau masjid yang dirangkai dengan rangkaian bunga. Ayam jago menyimbolkan semangat keprajuritan, masjid menyimbolkan semangat kelslaman, dan rangkaian bunga sebagai simbol kusuma bangsa atau pahlawan,” ungkapnya.

Kemudian, bagian funungan terdiri dari mancungan yang melambangkan tombak, once melambangkan keharuman bunga kusuma bangsa, cucur melambangkan kebersatuan tekad, dan ampyang melambangkan perisai atau tameng.

Baca Juga: “Taman Surga” Persembahan KB MNU Miftahul Ulum di Festival Ampyang Maulid Desa Loram Kulon

Sedangkan pada ancak terdiri dari tiga tataran atau lantai. Ancak pertama di bagian atas berisi lauk pauk, ancak kedua di tengah berisi buah- buahan dan ancak ketiga di bagian bawah berisi nasi ruroh (nasi uduk dicampur sambal goreng tahu, tempe, dan kecambah).

Katanya, untuk pembuatan Meron tersebut bisa menghabiskan sekitar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER