BETANEWS.ID, PATI – Beberapa orang terlihat melihat dan mengamati tumpukan buku yang berada di Panggung Terbuka Suara Pati di Jalan Tombronegoro Nomor 1 Kelurahan Pati Lor, Kecamatan/Kabupaten Pati. Setelah beberapa saat, beberapa di antaranya kemudian mengambil buku tersebut, setelah dirasa cocok dengan judul maupun pengarang buku pilihannya.
Satu di antara buku itu adalah tentang sejarah Kabupaten Pati. Buku ini lah yang menjadi pilihan dari Ahmadi, pegiat sejarah Pati. Ia mengaku sengaja meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk berburu buku di bazar buku yang digelar Paradigma Institut yang bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Pati tersebut.
“Saya memang masih suka baca buku, terutama buku tentang sejarah Pati. Makanya saya ke sini (bazar buku). Setiap ke toko buku, tempat pameran buku, pasti yang saya cari itu buku sejarah tentang Pati,” ujar Ahmadi, Rabu (20/9/2023).
Baca juga: Melihat Tempat RA Kartini Menulis Surat yang Akhirnya Jadi Buku Habis Gelap Terbitlah Terang
Buku-buku sejarah Pati itu, menurutnya sebagai tambahan koleksi dan pengembangan wawasan mengenai sejarah tentang Kabupaten Pati. Apalagi katanya, di rumah ia juga memiliki museum kecil yang di dalamnya terdapat buku maupun dokumen tentang Pati.
“Maka, saya ke sini, mencari buku sejarah Pati untuk menambah koleksi,” ungkapnya.
Beruntung, di bazar buku ini, Ahmadi menemukan buku yang dia inginkan, yakni buku tentang sejarah Prawoto.
Prawoto adalah salah satu desa di Kecamatan Sukolilo yang menjadi tempat pemakaman Sunan Prawoto yang diyakini merupakan raja ke empat Kerajaan Demak.
“Sejarah Prawoto ini cerita besar, tapi masyarakat Pati belum banyak yang tahu. Kerajaan Islam terbesar di Indonesia kan Demak Bintoro, raja keempatnya di Prawoto. Kalau di Demak, namanya Kerajaan Demak Bintoro, maka kalau di Prawoto namanya Demak Kaperwatan,” jelasnya.
Baca juga: Dinas Arpusda Kudus Mulai Distribusikan Buku Bacaan ke Desa-Desa
Kebetulan katanya, di bazar buku tersebut ada bukunya. Seharusnya, katanya masyarakat Pati harus tahu itu. Sebab, Pati pernah menjadi kerajaan besar, yaitu Kerajaan Demak Kaperwatan.
Ia pun mengapresiasi adanya bazar buku tersebut. Ia pun menyarankan, seharusnya hal seperti ini juga ditindaklanjuti dengan adanya lomba. Semisal lomba merangkum buku tentang cerita rakyat.
Editor: Ahmad Muhlisin

