
Nur Alim (53), pemilik Maju Tailor, mengaku sangat senang mendapat kunjungan dari siswa-siswi RA NU Banat. Menurutnya, ini merupakan pertama kali mendapat kunjungan dari siswa-siswi RA. Dia tidak menyangka, ada program pembelajaran seperti ini.
“Ini baru pertama kali di datangi anak-anak, rasanya senang bisa memberi pelajaran kepada mereka. Jadi mereka bisa melihat secara langsung peralatan jahit, seperti penggaris, alat ukur, gunting dan sebagainya,” jelasnya.
Baca juga: Siswa-siswi PAUD Masehi Dilatih PD dan Kritis Lewat Main Bunga Kertas
Sementara itu, siswa RA Banat Kudus, Uwais Langit Ghibran Risalian mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Hal senada juga diungkapkan siswa lain, Navisha Sahreen Naurashiq, yang juga mengaku sangat senang.
Fitrotul menambahkan, tujuan dilaksanakannya kegiatan outing classroom, yakni, agar siswa-siswi lebih mengenal dan paham secara langsung tentang materi yang disampaikan. Mengenai kendala, Fitrotul mengungkapkan terkadang pihaknya susah untuk mencari tempat-tempat yang bisa dijadikan tujuan untuk para siswa belajar secara langsung.
“Manfaat dari kegiatan tersebut yaitu supaya anak-anak dapat belajar secara langsung mengenai tailor itu apa, setelah melihat secara langsung, mereka akan tahu ternyata tailor adalah penjahit,” jelasnya.
Editor: Suwoko

