BETANEWS.ID, KUDUS – Universitas Muhammadiyah Kudus (Umku) melaksanakan wisuda ke-27 di Crystal Building, Kamis (7/9/2023). Wisuda itu diikuti 931 mahasiswa yang 13 di antaranya sudah diterima kerja di Jepang.
Rektor Umku, Rusnoto mengatakan, 13 wisudawan itu nantinya ada yang berprofesi sebagai perawat serta ada yang bidan di di beberapa rumah sakit Negeri Sakura.
“Umku memang sudah sejak tiga tahun lalu ada kerja sama terkait hal itu. Perawat atau bidan lulusan Umku berpeluang bisa berkarier di rumah sakit di Jepang,” ujar Rusnoto usai acara wisuda.
Baca juga: Hartopo Puji Perkembangan Pesat Umku, Harap Segera Punya Fakultas Kedokteran
Selain 13 wisudawan yang lolos kerja di rumah sakit di Jepang, lanjut Rusnoto, ada 24 wisudawan yang juga langsung diterima di rumah sakit yang ada di wilayah Karesidenan Pati. Sebab, Umku memang banyak kerja sama dengan banyak rumah sakit untuk menyerap para wisudawan.
“Sebelum mahasiswa lulus, kami ada tim yang memang mencarikan kerja. Di wisuda ini ada 24 mahasiswa yang nantinya langsung bekerja di rumah sakit di wilayah Karesidenan Pati,” bebernya.
Sementara itu, Bupati Kudus, Hartopo, yang hadir di acara wisuda tersebut mengatakan, wisuda Umku yang ke-27 ini tentunya sangat luar biasa. Umku ini sudah cukup dikenal, mahasiswanya tak hanya dari Kudus saja tapi banyak juga yang dari luar kota, bahkan luar Pulau Jawa.
“Ini tentu luar biasa. Ini harus kita pacu terus. Ingat wisuda bukan berarti menuntut ilmu itu berakhir, tapi ilmu itu bisa didapat dari mana saja. Teruslah belajar dan menjalani hidup penuh konsep,” ujar Hartopo.
Baca juga: UMKU Gandeng 16 Rumah Sakit di Eks Karesidenan Pati untuk Program Internship
Jelang tahun politik, Hartopo juga berpesan kepada para wisudawan Umku agar tidak terpecah belah karena beda pilihan politik. Budaya dari luar yang memecah belah persatuan agar dihindari.
“Jangan mudah terpengaruh terhadap narasi hoaks. Sukseskan, serta jaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam pemilu nanti. Jangan hanya karena beda pilihan yang dibumbui berita hoaks terjadi perpecahan,” pesannya.
Editor: Ahmad Muhlisin

