Miris! SDN 3 Japan Kudus Hanya Dapat Satu Siswa di Tahun Ajaran 2023

BETANEWS.ID, KUDUS – Jumlah siswa didik baru di Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Kudus terus turun tiap tahunnya. Bahkan di tahun ajaran baru 2023, SD Negeri 3 Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus hanya mendapatkan satu siswa.

Kepala sekolah SDN 3 Japan, Dwi Susanto mengatakan, tiap tahun siswa baru di SD yang pimpinnya itu selalu minim. Di tahun lalu siswa baru hanya empat anak saja.

Baca Juga: Samani ‘Turun Kasta’ dari Sekda Kudus Dimutasi ke Perpusda, Ada Unsur Politik?

-Advertisement-

“Ajaran baru tahun ini makin parah. Kami hanya mendapatkan satu siswa saja,” ujar Dwi kepada Betanews.id saat ditemui halaman SDN 3 Japan Kudus, Selasa (1/8/2023).

Dia mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan SDN 3 Japan selalu kesulitan mendapatkan siswa baru. Di antaranya, karena jumlah anak usia masuk SD di kampung tersebut memang sedikit.

“Faktor lainnya, karena banyak orang tua yang lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekoah swasta, misalnya di Madrasah Ibtidaiyah (MI),” bebernya.

Sementara total jumlah siswa di SDN 3 Japan, kata Dwi ada 29 anak. Paling banyak jumlah siswanya itu kelas empat dan lima. Meski hanya mendapatkan satu siswa, kegiatan belajar tetap berjalan.

“Meksi hanya satu siswa, tetap kami lakukan kegiatan belajar mengajar. Karena itu bagian dari tugas dan kewajiban kami,” jelasnya.

Terlihat di dalam ruang kelas satu SDN 3 Japan, seorang guru bernama Sujilah tampak telaten mengajar siswanya meski hanya satu. Siswa yang hanya satu saja tersebut diajari mengenali huruf abjad dan angka.

Sujilah adalah guru kelas satu di SDN 3 Japan. Selama 17 tahun mengajar di kelas 1, baru tahun ini dia mendidik satu siswa saja.

“Memang siswa baru di SDN 3 Japan Kudus tidak pernah banyak. Tapi baru tahun ini hanya mendapatkan satu siswa saja,” ujar Sujilah.

Baca Juga: Ada Dananya, Tapi Tak Tahu ke Mana, Pengurus KONI Iuran Belikan Jersey Atlet Porprov Kudus

Menurutnya, mengajar hanya satu siswa itu kurang greget dan kurang semangat. Lebih bagus sebenarnya mengajar siswa dengan jumlah banyak.

“Meski hanya satu siswa tetap saya didik. Karena kewajiban dan tugas. Untuk jam pelajaran, masuk pukul 7:00 WIB dan pulangnya pukul 10:45 WIB,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER