BETANEWS.ID, KUDUS – Para pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus berinisiatif iuran untuk pengadaan jersey kontingen yang akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2023. Hal itu dikarenakan alokasi dana untuk jersey dan katring diduga ada penyelewengan.
Wakil Ketua KONI Kudus, Muhammad Saifudin mengatakan, karena tidak ada kejelasan dari vendor penyedia jersey, para pengurus KONI berinisatif iuran swadaya untuk kelengkapan kontingen, meliputi atltet dan offical. Total jersey yang disediakan kurang lebih 700 pcs.
Baca Juga: Anggaran digelontorkan, Hartopo Pusing Kelengkapan Atlet Porprov Kudus Belum Beres
“Namun, kami tidak bisa menyediakan kelengkapan jersey semua yang meliputi kaus, topi, sepatu, jaket, training, tas dan lainnya. Yang mampu kami penuhi hanya topi dan kaus, sementara sepatu dan celananya menyesuaikan,” ujar Saifudin kepada Betanews.id saat ditemui di samping Pendopo Kudus, Senin (31/7/2023).
Ia pun meminta kepada semua pihak agar memaklumi kualitas dari topi dan kaus seragam apabila dianggap kurang bagus. Pasalnya, itu hasil swadaya pengurus tanpa anggaran KONI, serta waktu penyediaan juga sangat mempet.
“Waktu penyediaan hanya tiga hari. Jadi kurang maksimal karena kondisinya darurat,” jelasnya.
Sementara defile untuk upacara pembukaan Porprov Jateng 2023 sudah lengkap. Menurutnya, itu juga lagi-lagi swadaya dari para pengurus KONI Kudus.
Sementara untuk katering yang nantinya untuk para atlet dan official juga sudah beres.
“Lagi-lagi semua dari swadaya pengurus, tidak dari anggaran KONI Kudus,” tandas Saifudin.
Sebagai informasi, KONI Kudus mendapatkan alokasi dana hibah dari Pemkab Kudus di tahun 2023 kurang lebih sebesar Rp 9 miliar. Di antaranya, digunakan untuk kelengkapan jersey dan katering kurang lebih sebesar Rp 1,8 miliar.
Baca Juga: Tinggal Menghitung Hari, Fasilitas Venue Porprov 2023 di Kudus Belum Siap
Sayangnya, lanjut Saifudin, penyediaan jersey dan katering untuk kontingen Kudus yang berlaga di Porprov Jateng 2023 tak ada perjanjian kontrak. Sehingga tak ada kejelasan terkait vendor yang menyediakan jersey dan katering.
“Padahal anggaran juga sudah disalurkan. Tapi rekanannya tidak jelas. Makanya kami para pengurus inisiatif swadaya,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

