31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Mahasiswa Pro DEMA UIN Raden Mas Said Sebut Putusan Dewan Kode Etik Cacat dan Tak Netral

BETANEWS.ID, SUKOHARJO – Puluhan mahasiswa pendukung Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menggelar demontrasi di depan Gedung Rektorat, Jumat (11/8/2023). Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UIN Raden Mas Said itu menuntut pencabutan keputusan Dewan Kode Etik yang membekukan DEMA dan mencopot Presiden DEMA, Ayuk Latifah.

Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta, Mohammad Cameroon Bun Yan Ulil Albab, menegaskan, alur sidang dan putusan Dewan Kode Etik Mahasiswa tidak netral dan merupakan produk cacat. Mereka menilai, pihak rektorat tidak adil dalam mengambil keputusan.

Aliansi Mahasiswa UIN Raden Mas Said menggelar demontrasi di depan Gedung Rektorat, Jumat (11/8/2023). Foto: Khalim Mahfur

“Keputusan ini diambil tanpa menghadirkan DEMA, dan tidak diundang juga,” tegasnya.

-Advertisement-

Pihaknya menilai, keputusan yang diambil oleh Dewan Kode Etik merupakan keputusan sepihak. Sebab, dalam mengambil keputusan, Dewan Kode Etik tidak mengikutsertakan pihak-pihak yang terkait, yang dalam hal ini adalah DEMA.

Baca juga: Imbas Kerja Sama dengan Pinjol, Rektor UIN Raden Mas Said Bekukan DEMA dan Copot Presidennya

“Harusnya, pihak yang bersangkutan boleh melakukan pembelaan. Akan tetapi bagaimana melakukan pembelaan ketika di sidang tersebut tidak dihadirkan. Dalam keputusan itu juga tidak dijelaskan bisa melakukan pembelaan, di mana ini merupakan suatu kecacatan,” jelasnya.

Aliansi mahasiswa juga menilai, DEMA tidak diberikan kesempatan untuk melakukan klarifikasi dan penjelasan tentang kasus yang terjadi, baik secara langsung maupun di media massa. Sebaliknya, pihak Rektorat justru malah menyudutkan DEMA dengan statement yang terus dikeluarkan di media massa.

“Tuduhan-tuduhan mencoreng nama baik kampus, sementra DEMA belum memberikan statement, baik kepada mahasiswa maupun secara umum di media,” lanjut Ulil.

Baca juga: UIN Raden Mas Said Temukan MoU Rp 160 Juta Antara DEMA dan Sponsor

Ulil menyebut, pihak Rektorat selalu berbicara normatif dan multitafsir di media massa sehingga menimbulkan kegaduhan. Di saat permasalahan Festival Budaya yang bekerja sama dengan pinjaman online (pinjol) ini belum selesai, Rektor malah mengeluarkan surat keterangan yang membekukan DEMA dan juga mencabut Presiden DEMA dari jabatannya.

“Dan ini perlu dipertanyakan siapa yang mencoreng nama kampus, sebenarnya? DEMA sudah dibekukan, ketua sudah dicopot, lalu bagaimana mereka bisa klarifikasi,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER