31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Imbas Kerja Sama dengan Pinjol, Rektor UIN Raden Mas Said Bekukan DEMA dan Copot Presidennya

BETANEWS.ID, SOLO – Dewan Kode Etik Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta membekukan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) sampai waktu yang tidak ditentukan dan mencopot presidennya, Ayuk Latifah. Ini merupakan buntut kasus mahasiswa baru diwajibkan mendaftar pinjaman onilne (pinjol) saat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).

Wakil Rektor I UIN Raden Mas Said Solo, Prof Imam Makruf, mengatakan, ada beberapa poin yang dihasilkan sidang Dewan Kode Etik UIN Raden Mas Said. Pertama, kegiatan PBAK diambil alih oleh universitas dan dilaksanakan oleh universitas dan fakultas di bawah konfirmasi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja sama.

Kedua, universitas telah melakukan pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan konfirmasi atas kejadian kerja sama DEMA dengan lembaga keuangan yang ditunjuk.

-Advertisement-

Baca juga: Presiden DEMA UIN Raden Mas Said Klarifikasi Soal “Jual” Data Maba ke Pinjol Demi Sponsorship

“Ketiga, Organisasi DEMA Universitas diberhentikan sementara sampai waktu yang tidak ditentukan, dan ketua Universitas dicopot,” jelas Prof Makruf, Rabu (9/8/2023).

Keempat, pihak universitas meminta counter narasi untuk memulihkan nama baik universitas. Prof Makruf mengatakan, pihkanya juga meminta bantuan kepada influencer dari mahasiswa  yang memiliki banyak pengikut di media sosial untuk memulihkan nama baik kampus, serta berkoordinasi dengan pihak Humas UIN Raden Mas Said.

“Semua keputusan tersebut mulai berlaku pada tanggal yang telah ditetapkan, yakni 9 Agustus 2023,” paparnya.

Lebih lanjut, Prof Makruf mengatakan bahwa Dewan Kode Etik hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kerja sama yang dilakukan oleh DEMA dengan pihak pinjol tersebut. Pihaknya mengungkapkan, pinjol yang bekerja sama dengan DEMA bukan merupakan AkuLaku seperti yang selama ini disebut.

Baca juga: Buntut Kasus Paksa Maba UIN Raden Mas Said Daftar Pinjol, Rektor Diminta Bubarkan DEMA

“Itu yang masih kita selidiki, karena yang diajak kerja sama ternyata perusahaan bernama Infinity. Kita selidiki lagi, informasi dari mereka, perusahaan itu yang menghubungkan dengan AkuLaku. Kami belum tahu ada tidaknya dana yang masuk, lewat mana ke siapa. Maka proses masih berlanjut,” paparnya.

Pihak kampus selanjutnya akan membuat layanan aduan bagi maba yang sudah terlanjur melakukan pendaftaran pinjol. Sehingga, pihak kampus juga akan mendapatkan sejumlah data valid mahasiswa yang sudah melakukan registrasi.

Pihaknya juga akan menyiapkan perlindungn advokasi untuk mahasiswa jika data mahasiswa disalahgunakan pihak lain. Selain itu, pihak kampus juga akan berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendapatkan masukan dan solusi.

“Kami kemarin juga sudah berkonsultasi lebih lanjut dengan OJK, mengenai permasalah ini. Guna mendapatkan arahan dan bantuan untuk persoalan ini,” tambahnya.

Baca juga: UIN Raden Mas Said Temukan MoU Rp 160 Juta Antara DEMA dan Sponsor

Sementara itu, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof Mudhofir menegaskan pihaknya akan menjamin keamanan data maba yang telah terlanjur melakukan registrasi pinjol oleh DEMA.

“Kampus punya kewajiban melindungi yang teregistrasi, nanti ada perlindungan kalau sudah seperti ini kampus tidak lari tapi mencari solusi terbaik. Nanti akan kami data, apakah posko pengaduan atau lewat pendataan. Kalau sudah seperti ini kampus tidak lari menuntaskan mencari solusi terbaik. Bahkan bila perlu jika membahayakan kenyamanan dan keamanan. Kita berkonsultasi dengan pihak berwenang,” tegasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER