BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria berkaus abu-abu tampak sedang sibuk memahat kayu untuk dibuat barongan. Di dekatnya, terlihat berserakan berbagai komponen untuk membuat kesenian khas Kudus itu.
Di momen jelang Agustusan, pria bernama Doni Sarwoko (31) itu memang selalu sibuk dengan banyaknya pesanan yang masuk. Mereka ada yang langsung menuju rumahnya di Gang Karya Bakti, Jalan Sekar Malang, Desa Mlati Lor RT 06/ RW 02, Kecamatan/Kabupaten Kudus, atau menghubunginya lewat telepon.
“Biasanya pesanan paling banyak itu bulan Juni sampai Juli menjelang Agustus, karena untuk perayaan HUT Kemerdekaan,” jelas laki-laki berusia 31 tahun tersebut, Rabu (2/8/2023).
Baca juga: Niat Produksi Barongan untuk Lestarikan Budaya Kudus, Subandi Malah Kewalahan Layani Pesanan
Menurutnya, Juli lalu Doni sudah menyelesaikan 15 pesanan dari para konsumen. Namun, untuk bulan selain Juni sampai Juli, Ia mengaku sepi pesanan.
“Bulan kemarin sudah 15 barongan yang jadi, sekarang ada 14 barongan sedang proses pengerjaan,” ungkap ayah satu anak tersebut.
Jenis barongan yang Ia produksi juga bermacam-macam, contohnya macan, ason-ason, celeng, genderuwo, dan pentul. Untuk kayu yang digunakan adalah kayu cangkring.
“Kayunya jenis kayu cangkring. Memilih kayu cangkring karena lebih ulet dan mudah dipahat,” bebernya.
Untuk harga, Doni menjualnya mulai Rp1,5-Rp6 juta, tergantung permintaan konsumen. Sedangkan untuk yang membawa kayu sendiri Doni menghargainya Rp600 ribu. Lalu untuk produk mentahan ia jual Rp400 ribu. Selain itu, Ia juga memproduksi barongan ukuran kecil untuk anak-anak. Selain memproduksi barongan, Ia juga memproduksi kemol barongan atau bagor dan dadak merak.
Baca juga: Kisah Pilu Nasidi, Gantungkan Hidup dari Jual Barongan Setelah Tinggal Sebatang Kara
“Harganya beda-beda kalau kepala macan Rp1,5 juta. Untuk celeng, genderuwo, ason-ason dan pentul sekitar Rp300-350 ribu sudah termasuk kain. Selain itu juga dapat pesanan barongan anak-anak, satu set harganya Rp1 juta. Sedangkan untuk satu set barongan ukuran besar Rp3,5 sampai Rp4 juta. Lalu untuk pemesanan full set Rp6 juta tidak termasuk musik,” rinci Doni.
Untuk kainnya Ia beli di daerah Kudus sedangkan bulu meraknya Ia beli online dari Ponorogo.
“Kainnya jenis blacu, bludru, satin belinya di Kudus sedangkan bulu meraknya beli online di Ponorogo. Harga kemol barongan Rp900 ribu untuk bulu merak tergantung banyak sedikitnya,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

