31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Niat Produksi Barongan untuk Lestarikan Budaya Kudus, Subandi Malah Kewalahan Layani Pesanan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebuah rumah produksi milik Subandi (38) di Desa Karangrowo RT 2 RW 2, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, terlihat beberapa pajangan barongan yang selesai dibuat. Beberapa barongan itu terlihat berbeda ukuran menyesuaikan pesanan pelanggan.

Sehari-hari, Bandi memang bergelut dengan kesenian Kudus yang baru saja diakui sebagai warisan budaya tak benda (WBtB) nasional itu. Uapayanya untuk melestarikan kesenian tersebut rupanya dapat sambutan hangat dari warga, yakni dari banyaknya pesanan yang datang.

Menurutnya, saat ini ia mendapatkan banyak pesanan barongan dari per seorangan atau toko. Bahkan, ia mengaku kewalahan memproduksi lantaran pengerjaan ia kerjakan sendiri.

-Advertisement-

Baca juga: Jenang, Barongan, dan Buka Luwur Sunan Kudus Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional

“Untuk pesanan saat ini banyak mas, sampai terkadang lembur karena saya buat sendiri dan tidak ada yang membantu,” beber Bandi kepada Betanews.id, Kamis (29/12/2022).

Ta hanya dari Kudus, pesanan itu rupanya juga datang dari berbagai daerah, seperti  Demak, Jepara, Grobogan, dan Pati. Mereka memesan barongan dengan berbagai ukuran mulai dari diameter 8, 15, 20, 25, 30, hingga 35 centimeter.

“Untuk harga sangat bervariasi antara Rp25 ribu sampai Rp1,1 juta. Meski menggunakan bahan palet dari sengon, tapi untuk kualitas hampir sama dan sampai saat ini belum ada keluhan dari pembeli,” ungkap Bandi.

Barongan yang ia buat tersebut mempunyai ciri khas Desa Karangrowo yang berbeda dengan barongan lainnya yaitu bentuknya kepala macan. Ciri khas tersebut berdasarkan bentuk yang lebih elegan.

“Untuk pengerjaan satu bulan biasanya bisa membuat 16 item. Dan sebenarnya untuk produksi ini banyak peminat. Itu terlihat karena pihak toko sanggup menampung berapa pun barang yang saya buat. Tapi kembali lagi karena kendalanya saya membuat sendiri,” jelasnya.

Baca juga: Kisah Pilu Nasidi, Gantungkan Hidup dari Jual Barongan Setelah Tinggal Sebatang Kara

Ia menjelaskan, usaha itu ia tekuni sejak 2019 lalu yang terinspirasi dari isi berita yang ia baca terkait dengan pelestarian budaya. Kebetulan di Desa Karangrowo mempunyai budaya dari pendahulunya yang mulai terkikis yaitu budaya seni barongan.

Dari situlah ia ingin memperkenalkan kepada generasi penerus tentang budaya tersebut, dengan cara membuat barongan yang menjadi potensi desa tersebut.

“Agar anak-anak atau generasi penerus itu tahu bagaimana potensi desa itu dan supaya tidak juga tidak tergerus oleh waktu,” ucapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER