31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Hartopo Ungkap Sekolah di Kudus Sering Manipulasi Nilai Agar Siswa Bisa Naik Kelas

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus Hartopo melantik 47 Aparatur Sipil Negara (ASN) guru SD dan SMP menjadi kepala sekolah di Pendopo Kudus. Dalam momen tersebut orang nomor satu di Kota Kretek itu juga mengungkapkan, bahwa sekolah di Kudus masih sering terjadi kecurangan dalam penilaian.

Hartopo mengatakan, bahwa di Kudus masih sering terjadi pihak sekolah memanipulasi nilai siswa agar bisa naik kelas. Padahal, tindakan tersebut akan berdampak tidak baik bagi siswa maupun sekolah.

Baca Juga: Keseruan Bupati Kudus dan Istri Menari di Hari Pramuka ke-62

-Advertisement-

“Misal siswa dapat nilai 5,5 biar nilainya tidak merah dibantu dan diberi nilai 6. Hal seperti itu ada banyak di Kudus, terutama SMP-SMP favorit dan SD favorit. Kalau guru masih membantu nilai siswa terus, marwah sekolah jelas akan turun,” ujar Hartopo dalam sambutannya, Senin (14/8/2023).

Membantu siswa dengan memanipulasi nilai dianggapnya sebagai tindakan memanjakan para siswa. Sehingga hal itu sangat tidak mendidik dan tentunya tidak baik.

“Kalau bapak ibu guru kepala sekolah pingin anak didiknya cerdas jangan sampai mengasih kesempatan untuk manja-manja. Ketika tidak naik tidak usah dibantu,” tandasnya di hadapan puluhan kepala sekolah yang baru dilantik tersebut.

Hartopo juga berpesan agar seluruh kepala sekolah dapat memiliki dan menjunjung tinggi integritas demi menjaga marwah dan nama baik sekolah. Sebab, kepala sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat untuk membawa keberhasilan di lingkungannya.

“Jaga integritas yang ada di sekolah. Kepala sekolah memiliki tanggung jawab yang besar di pundaknya,” pesannya.

Terkait manajerial dan leadership, Hartopo meminta kepala sekolah memiliki keduanya. Sebab kepala sekolah menjadi ujung tombak untuk membawa kemajuan sekolah yang ia pimpin.

Manajerial dan leadership bisa memberikan kontribusi pada sekolah. Maka kepala sekolah harus memiliki keduanya,” pintanya.

Pihaknya juga memberikan masukan dan saran agar kepala sekolah dapat berlaku tegas terkait kedisiplinan di internal sekolah sebagai sebuah kebijakan yang harus diterapkan dan wajib diikuti oleh semua guru maupun murid yang ada.

“Saran saya, perketat aturan yang ada di sekolah dengan kedisiplinan. Semua demi kebaikan anak didik kita. Saya tidak ingin ada kepala sekolah yang lemah terkait pembuatan kebijakan,” sarannya.

Baca Juga: Dewan Kudus Soroti Tunjangan Imam Hingga Marbot Masjid yang Tak Masuk di KUA PPAS 2024

Sementara itu, Kepala BKPSDM Putut Winarno menyebut, dari 47 guru, terdapat 4 orang guru SMP dan 43 orang guru SD yang mengikuti pelantikan sebagai kepala sekolah, baik secara daring maupun luring.

“Jumlah guru yang dilantik menjadi kepala sekolah ada 47 orang. 4 guru SMP dan 43 guru SD,” sebutnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER