BETANEWS.ID, PATI – Musim kemarau tidak sekadar berdampak pada sektor pertanian, tetapi meluas hingga bidang budidaya ikan. Di antaranya adalah pembibitan ikan lele yang produktivitasnya menurun.
Pelaku Pembebitan Lele, Setiyo Agni mengatakan, selain biaya produksi tinggi pada musim kemarau, ikan lele indukan juga agak sulit bertelur dalam jumlah banyak karena cuaca yang terik.
Baca Juga: Sebulan ke Depan Diprediksi Tak Ada Hujan, 194 Desa di Pati Rawan Kekeringan
“Musim kemarau sangat berpengaruh, terutama untuk indukan. Ternyata ada yang tidak isi, sehingga produksi menurun. Pakan alaminya itu kurang,” ujaranya di rumahnya Desa Cebolek Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Sabtu (19/8/2023).
Tiyo mengaku, cuaca yang panas berpengaruh pada produktivitas telur dari induk lele. Menurutnya, dalam satu kali periode (2 bulan) induk mampu bertelur sekitar 100 hingga 200 ribu.
“Itu pun dengan presentase kematian 20 persen. Namun panas kali ini hanya berproduksi sekitar 10 hingga 15 persen saja.Rata-rata memang produksinya turun,” ungkapnya.
Baca Juga: Warga Sidomukti Pati Rela Antre Berjam-jam Demi Dapatkan Air Bersih
Beda lagi kalau musim hujan, katanya, untuk produktivitas telur bisa full. Sebab, faktor musim sangat berpengaruh terhadap perkembangan pemijahan lele.
Sedangkan untuk harga indukan lele, katanya harganya Rp 110 ribu hingga Rp 120 ribu per ekornya. Harga tersebut, untuk ukuran lele seberat 3 hingga 5 kilogram.
Editor: Haikal Rosyada

