BETANEWS.ID, KUDUS – Media sosial geger atas viralnya keluhan masyarakat terkait larangan Lapangan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus yang tak lagi ramah. Curhatan warga bernama Andi Inyong Susanto itu dilampiaskannya di grup facebook Kudus Dodolan.
Dalam curhatanya, Andy Inyong Susanto menuliskan bahwa Alun-alun Simpang Tujuh Kudus tak seramah yang dikira. Di tengah-tengah banyak yang jual mainan anak seperti salome, baling-baling, bola balon dan sebagainya.
Baca Juga: Unpad Klaim Seleksi Perades Kudus Sudah Sesuai SK dan Siap Layani Gugatan Hukum
“Giliran mau main langsung ditegur sama petugas PLHnya. Katanya gak boleh mainan bola di sini (Lapangan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus-red),” tulisnya.
Lebih lanjut, tulisanya, bola juga bola karet di sana, bukan bola bowling. Hellooeeewwww nie mainan bola tendang-tendang juga sama anak umur empat tahun. Bukan sama pemain liga-liga.
Ditegur katanya Simpang Tujuh Kudus gak boleh mainan bola, gak boleh sepedaan juga. Hebat banget fasilitas umum bawa anak balita kagak boleh main ini itu. Bolehnya cuma lari-lari di rumput doang.
Dalam tulisanya, Andy Inyong Susanto pun menyoal kebijakan Bupati Kudus dan pemerintah daerah yang dianggapnya aneh. Sebab, acara pasang tenda segambreng-gambreng, pasar malam dan Dandangan justru diperbolehkan.
“Bupati sama Pemdanya kebijakan koq aneh. Giliran ntar ada acara pasang tenda segambreng-segambreng, pasar malam, dandangan aja lapangan dibikin kaya arena perang,” di akhir tulisanya.
Postingan itu pun cukup viral dapat like 308 dan dibanjiri 240 komentar yang penuh sindiran kepada Pemkab Kudus.
“Intine gampang kok situ berani bayar pirow nyewo alun-alun beres pokoke, anake ISO dolanan sak puase trus pemerintahe seneng mesem, seng kon jogo yo entuk bagian,” tulis akun facebook Jafar Wijanarko.
Baca Juga: Ngamar Bareng Janda di Hotel, Seorang Kakek Ditemukan Tewas
“Mungkin petugasnya over protecting, aturan kaku di era modernisasi,” sahut akun Mantan Ladusinh Abdulgahni.
Tapi dalam kolom komenan juga banyak dimanfaatkan orang untuk menawarkan daganganya. Masyarakat Kudus, memang selalu bisa mengambil momen untuk usaha mendapatkan cuan.
Editor: Haikal Rosyada

