BETANEWS.ID, KUDUS – Pengembangan wisata dan usaha kuliner secara masif di Desa Kajar disebut berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kudus dari Wisata Colo. Mengingat, banyak wisatawan kini lebih memilih liburan di berbagai objek wisata di desa yang berada di bawah Desa Colo itu.
“Ketika banyak pengembangan wisata, coffee shop dan kedai getuk nyimut yang berada di bawah Desa Colo, maka itu akan mendatangkan banyak pengunjung. Sehingga warga yang berwisata ke Colo atau yang melewati portal (tiket wisata) pun berkurang. Otomatis juga akan berpengaruh pada PAD kita,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah di kantornya, Jumat (30/6/2023).
Sebagai orang yang berkecimpung di dunia pariwisata, Tika sebenarnya senang melihat wisata di Kudus mulai ada pengembangan, serta banyaknya coffee shop yang menawarkan kopi khas dari Gunung Muria.
Baca juga: 4 Desa Wisata di Kudus akan Dijadikan Pilot Projek Pengembangan Potensi Wisata
“Namun harus diakui, banyaknya pengembangan wisata di bawah Desa Colo maka akan berpengaruh pada pengunjung ke Desa Colo dan itu juga mempengaruhi PAD Disbudpar. Oleh sebab itu, kami punya rencana untuk menggeser portal dari Desa Colo ke Desa Kajar,” ungkapnya.
Tika mengatakan, saat ini kebijakan itu masih dalam tahap rencana dan belum masuk dalam usulan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dari Disbudpar. Sebab, pemindahan portal itu juga butuh anggaran kurang lebih Rp500 juta.
“Itu masih rencana. Kami masih butuh kajian. Namun, jika itu terealisasi maka akan jadi jawaban peningkatan PAD di Disbudpar Kudus,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

