BETANEWS.ID, JEPARA – Ketua Komisi C DPRD Jepara, Nur Hidayat, kembali mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara membentuk lembaga sertifikasi ukir. Bahkan, pihaknya sudah memberikan payung hukum dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan ukir dan mebel di Jepara.
“Itu sebenarnya usulan sudah lama saya sampaikan sejak masih di Komisi B, karena waktu itu tanah untuk pengusulan sertifikasi ukir ada di Komisi B,” katanya saat ditemui di Kantor DPRD Jepara, Senin (31/7/2023).
Menurutnya, DPRD Jepara tinggal menunggu langkah aktif dari pemerintah untuk merealisasikan pembentukan lembaga sertifikasi ukir di Jepara.
Baca juga: Disdikpora Akui Jepara Alami Krisis Guru Ukir, Saat Ini Hanya Ada 60 Orang
“Itu tinggal Pj bupati bikin Perbup aja kok, simpel sebenarnya. Kita sudah memberikan wadah berupa Perda, tinggal langkah kreatif, inovatif dari Pak Bupati untuk mengeksekusi saja,” tambahnya.
Selain pembentukan lembaga sertifikasi ukir, ia juga berharap agar pihak pemkab memperhatikan kesejahteraan bagi para pengukir. Sebab menurutnya, selama ini tidak ada perhatian dan kepedulian yang diberikan pemerintah terhadap masyarakat yang mengukir.
“Kalau perlu mereka yang berprofesi sebagai pengukir mendapat pelayanan khusus. Misalnya ketika di rumah sakit mendapat pelayanan yang jelas, bagi anak-anaknya atau generasi yang bisa mengukir ini bisa dipermudah untuk masuk ke Perguruan tinggi dan mendapat beasiswa,” lanjutnya.
Baca juga: Krisis Guru Ukir, Pemkab Jepara Diminta Usulkan Lembaga Sertifikasi
Ia kemudian menambahkan bahwa selain memperhatikan kesejahteraan bagi masyarakat yang mengukir, ia berharap ada bentuk perhatian dari pemerintah untuk tetap melestarikan seni relief yang tidak bisa dilakukan menggunakan mesin. Sebab selama ini seni ukir relief hanya bisa dilakukan oleh tenaga manusia.
“Persaingan ekonomi global ini kan akhirnya ukir juga bersaing dengan produk-produk yang terbuat dari mesin. Sedangkan seni ukir relief yang dimiliki Jepara ini tidak bisa kalau dibuat dari mesin. Sehingga itu juga membutuhkan inovasi untuk tetap bisa bersaing di ranah global,” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

