Krisis Guru Ukir, Pemkab Jepara Diminta Usulkan Lembaga Sertifikasi

BETANEWS.ID, JEPARA – Usulan untuk menjadikan ukir kembali menjadi muatan lokal sehingga masuk dalam kegiatan intrakulikuler sekolah buntu. Hal itu merujuk pada minimnya jumlah guru yang mampu mengajar seni ukir.

Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Ahmad Nurrofiq, mengatakan, saat ini jumlah guru ukir di Jepara sedang mengalami krisis.

Baca Juga: Nasib Tragis Ekstrakurikuler Ukir di Kota Ukir, Susah Cari Tenaga Ahli

-Advertisement-

“Sehingga kemarin kita sudah coba usulkan dan diskusi bersama pengawas untuk memasukkan ukir tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakulikuler tapi kembali menjadi muatan lokal,” katanya pada Betanews.id, Kamis (27/7/2023).

Sebab dalam pelaksanaannya kegiatan ekstrakulikuler ukir juga menemui kendala pada susahnya mencari tenaga atau guru yang mampu mengajar seni ukir.

Jikapun ada, menurutnya dalam aturan penggunaan Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), tenaga atau guru yang bisa digaji harus memiliki sertifikat atau lisensi yang menunjukkan bahwa orang tersebut memang kompeten dalam bidang ukir.

“Karena kalau tidak punya sertifikat itu, kalau nanti misalnya diperiksa atau ada temuan dari inspektorat kan malah jadi masalah. Sehingga guru yang bisa dibayar memang yang harus punya sertifikat,” terangnya.

Sedangkan masalahnya, di Indonesia tidak ada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menghasilkan lulusan sebagai guru ukir. Ia kemudian menjelaskan, apabila ingin mengubah ekstrakulikuler ukir menjadi intrakulikuler harus juga ada solusi dalam memecahkan persoalan minimnya guru ukir.

Baca Juga: Mampukah 313 Guru Penggerak Jepara Bersaing di Level Internasional?

“Ya harapannya pemerintah kabupaten atau dewan bisa mengusulkan untuk pembentukan lembaga yang bisa mengusulkan sertifikasi atau lisensi bagi para guru yang memiliki kemampuan mengukir, sehingga mereka memang punya sertifikat yang menerangkan bahwa mereka layak untuk menjadi guru ukir,” terangnya.

Sebab kondisi yang saat ini terjadi, jumlah guru ukir yang dimiliki Jepara tidak sebanding dengan jumlah sekolah. Untuk Sekolah SMP yang ada di Kabupaten Jepara berjumlah 90 sekolah, sedangkan guru ukirnya hanya berjumlah sekitar 60 guru.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER