31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Sejak Gunakan Isuzu Traga, Mahrus Bisa Hemat hingga Rp60 Juta Sebulan

BETANEWS.ID, BLORA – Waktu menunjukan pukul 16.30 WIB, saat Pikap Isuzu Traga yang mengangkut sejumlah boks berwarna kuning tampak memasuki sebuah gudang di Desa Seso RT 1 RW 1, Kecamatan Jepon, Blora. Setelah terparkir, boks-boks itu kemudian dibongkar dan satu per satu bungkusan di dalamnya tersebut dikeluarkan. Isinya tak lain adalah jeroan, kepala, dan ceker ayam.

Di antara beberapa pegawai yang berjibaku memindahkan jeroan itu, ada seorang pria berkaus hitam terlihat sedang mengawasi. Ia adalah Mahrus (41), pemilik bisnis jeroan ayam tersebut.

Beberapa pegawai sedang menurunkan jeroan dari Pikap Isuzu Traga di gudang milik Mahrus. Foto: Kaerul Umam.

Setelah mengawasi proses penurunan barang, pria yang sudah menggeluti bisnis jeroan ayam sejak 10 tahun lalu itu, sudi berbagi cerita tentang armada andalannya.

Baca juga: Kisah Kesuksesan Mahrus Jadi Bos Jeroan: Dari Terlilit Utang, Diusir Warga, hingga Nyaris Dibunuh

Sejak membuat gudang pada 2018, pertumbuhan usaha Mahrus kian cepat. Untuk menunjang oprasional, pada 2020 Mahrus kemudian mencari informasi tentang mobil untuk menggantikan armada lamanya.

“Setelah mencari informasi kendaraan yang cocok, akhirnya keputusan saya jatuh pada Isuzu Traga. Alhamdulillah pilihan saya tepat. Mobil ini memang tangguh,” jelas pria kelahiran Juwana, Pati itu, pekan lalu.

Tak hanya ketangguhan pada mesin, Mahrus juga memuji keiritan dan kapasitas muatan mobil Isuzu itu. Bahkan, dengan menggunakan empat unit Isuzu Traga, dia mangaku bisa menghemat hingga Rp60 juta per bulan.

“Jika dibandingkan dengan mobil sebelumnya, ke lokasi yang sama, dulu BBM bisa habis Rp300 ribu, sekarang cuma Rp150 ribu. Dulu cuma bisa muat tiga rit, sekarang bisa empat rit. Sehari saya bisa hemat hingga Rp500 ribu per unit. Saya punya empat unit tinggal dikalikan,” terangnya.

Baca juga: Mobil Isuzu NMR 71 T SDL Antarkan Bisnis Marjan ke Puncak Kejayaan

Bisnis yang di rintis Mahrus sejak tahun 2013 itu kini sudah semakin berkembang. Saat ini, dia bekerja sama dengan lima tempat pemotongan ayam. Di Demak ada dua tempat pemotongan, dan di Juwana, Pati ada tiga tempat pemotongan. Jika dihitung dalam jumlah ayam, ada sekitar 32 ribu ekor potongan ayam yang ia ambil.

“Total itu sekitar 8 ton. Ceker 1,5 ton, kepala 2,5 ton, hati dan ampela 3,5 ton, dan usus  500 kilogram. Jumlah ayam sekitar 32 ribu ekror,” rinci pria yang kini memiliki 20 karyawan itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER