31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Satu Sura, Puluhan Ribu Pertapa Datang ke Desa Rahtawu Cari Berkah

BETANEWS.ID, KUDUS – Selain menjadi desa yang menyimpan banyak keindahan alam di dalamnya, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus juga menjadi jujugan para pertapa dari berbagai daerah untuk ngalap berkah dan berdoa di tempat petilasan leluhur.

Kepala Desa Rahtawu, Rasmadi Didik Ariyadi mengatakan, setiap tahunnya desa yang berada di ujung utara Kabupaten Kudus itu menjadi jujugan khususnya para pertapa dari berbagai daerah pada satu Muharram atau satu Sura ini. Menurutnya, pada hari Selasa (18/7/2023) kemarin, jumlah pengunjung yang datang sekitar 25.000 orang.

Baca Juga: Salurkan Kredit Rp50 M, Laba BPR BKK Kudus Hanya Ditarget Rp248 Juta di 2023

-Advertisement-

“Kalau dalam penanggalan Masehi, satu suro memang jatuh pada malam Rabu (19/7/2023). Pengunjung sudah banyak yang datang ke sini dari kemarin, sekitar ada 25 ribu pengunjung,” bebernya.

Meski begitu, kata dia, puncak satu Muharram jatuh pada Kamis malam Jumat pon dalam penanggalan tahun Saka (Aboge). Ia menargetkan, pengunjung yang bertujuan baik bertapa di petilasan maupun berwisata alam di desa tersebut pada satu Muharram ini diperkirakan ada sebanyak 40.000 pengunjung.

“Untuk target kami, pengunjung yang datang kurang lebih 40 ribu hingga 50 ribu pengunjung,” tuturnya

Ia menjelaskan, saat ini kurang lebih ada 68 petilasan terdaftar di desa tersebut. Di antaranya meliputi Eyang Sakri, Eyang Abiyoso, Eyang Lokojoyo, Eyang Pantu Dewonoto, Eyang Kuntodewo, Eyang Mada, dan masih banyak lagi. Selain itu, pihaknya juga telah menemukan petilasan baru sebanyak 48 tempat petilasan yang baru dikaji.

“Jadi kalau ditotal itu ada sebanyak 116 petilasan yang ada di Desa Rahtawu ini. Alhamdulillah tahun ini ada peningkatan pengunjung sebanyak 20 persen dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Salah satu petilasan yang tak pernah sepi oleh pengunjung adalah petilasan Eyang Sakri. Menurut juru kunci Eyang Sakri yakni Agus Supriyadi, setidaknya pengunjung yang datang ke sana ada ribuan.

“Sejak kemarin sudah mulai ada yang kesini, puncaknya untuk satu Muharram ya, hari ini. Tapi kalau orang Jawa biasanya menganut pada penanggalan Jawa atau tahun Saka (Aboge) pada malam Jumat besok,” jelas Agus di petilasan Eyang Sakri.

Baca Juga: Semester Pertama, PAD Museum Kretek Kudus Baru Capai 44 Persen

Ia menuturkan, pengunjung dari sekitaran Kudus seperti, Demak, Pati, Jepara, Blora, Semarang, Solo, Kendal, Tegal, bahkan sampai Lampung dan Kalimantan juga datang ke tempat itu.

Kebanyakan dari mereka, kata Agus, bertujuan untuk ngalap berkah di tempat petilasan leluhur. “Tujuan mereka datang, ngepasi hari pergantian tahun, awal dan akhir tahun Hijriyah dalam rangka ngalap berkah dan berdoa. Itu kan hari yang musjatab pergantian tahun itu, lah pada tirakatan. Itu juga tergantung pada kepercayaan masing-masing,” terangnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER