31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Pemkab Jepara Dinilai Abai dalam Perawatan Museum Ukir 

BETANEWS.ID, JEPARA – Jepara memiliki sebuah bangunan bersejarah yang menyimpan berbagai jenis koleksi ukir dari para generasi terdahulu. Bangunan tersebut berada di area SMPN 6 Jepara yang dulunya merupakan sekolah ukir yang didirikan oleh Belanda pada tahun 1929. 

Namun menurut Sutrisna, Guru Ketrampilan Ukir di SMPN 6 Jepara yang juga pemandu dari museum tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara justru abai dalam perawatan bangunan maupun barang-barang yang terdapat di museum tersebut. 

Baca Juga: Luncurkan Aplikasi Latansa, Pengisian Perangkat Desa di Jepara Jadi Makin Mudah

-Advertisement-

“Selama ini saya selalu pemegang dan juga pengurus dari museum ini belum pernah mendapat bantuan dari Pemkab Jepara. Kalau dulu itu dari Pak Wakil Bupati Almarhum (Subroto) diberi dana Rp 15 juta untuk merawat, menata museum ini sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat,” katanya pada Betanews.id, Jumat (14/7/2023). 

Ia kemudian menjelaskan bahwa sebelum berganti nama menjadi SMPN 6 Jepara, sekolah tersebut dulunya bernama Open Bar Ambacht School. Baru kemudian di tahun 2012 secara resmi menjadi SMPN 6 Jepara. Sekolah tersebut menurutnya juga menjadi cikal bakal dari berdirinya tempat pendidikan ukir bagi masyarakat Jepara. 

“Jadi asal mula dari pendidikan ukir yang ada di Jepara ini ya dari sini, dari mulai yang dulunya sekolah Belanda kemudian berganti nama menjadi seperti sekarang,” ujarnya. 

Sebagai bangunan bersejarah yang telah menjadi cagar budaya, setiap benda maupun koleksi yanga ada di museum tersebut menurut memang tidak boleh dipindahkan atau dikeluarkan dari bangunan tersebut. 

Tetapi untuk pengembangan dari museum tersebut menurutnya masih diperbolehkan asal tidak merubah desain asli dari bangunan tersebut. 

Baca Juga: ASN Jepara Bakal Dapat Japri KPK, Ada Apa?

“Harapannya bisa ada pengembangan dengan pelebaran ruangan karena ini sangat sempit agar nantinya bisa menampung karya-karya ukir dari generasi yang akan datang,” ujarnya. 

Bangunan museum tersebut sampai saat ini masih menyimpan koleksi karya ukir bersejarah seperti ukiran Garuda Pancasila dengan ukuran yang cukup besar maupun dalam bentuk kecil. Serta terdapat juga replika Candi Borobudur berbahan kayu, Ukiran seorang laki-laki yang memanggul peta globe dunia, serta wadah ukiran yang tadinya akan digunakan sebagai tempat untuk menyimpan bendera pusaka Indonesia. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER