31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Menyimak Prosesi Jamasan Keris di Demak, Perlu Teknik Khusus

BETANEWS.ID, DEMAK – Bulan Sura menjadi momentum untuk menjamas keris, tradisi pencucian pusaka leluhur yang diwariskan oleh keturunannya. Hal itu juga dilakukan masyarakat Kabupaten Demak.

Di bulan Sura, mereka beramai-ramai menyucikan keris karena pada bulan itu dipercaya menjadi waktu yang baik untuk melakukan pembersihan.

Baca Juga: Nasib Anak Tiga Desa di Demak Melawan Perubahan Iklim

-Advertisement-

Penjamasan keris tentunya tidak dilakukan oleh sembarang orang, sehingga, banyak orang lebih memilih menyerahkannya kepada orang yang mampu.

Salah satu penjamas di Demak, Ahmad Widodo mengaku, sejak bulan Sura ini sudah menerima puluhan keris dari warga Demak untuk dijamas.

“Biasanya penjamasan dilakukan tanggal 1-10 Sura. Yang bagus sekali itu, Sura ke-7 atau hitungan 7. Misalnya saja tanggal 7,17, dan 27,” katanya di Perumahan Griya Bhakti Praja, Genggongan, Mangunjiwan, Demak, Senin (24/7/2023).

Prosesi penjamasan memerlukan teknik yang khusus. Mula-mula keris direndam dengan air kelapa selama beberapa menit. Kemudian dilanjutkan pemutihan dengan menggunakan air jeruk dan sabun. Lalu keris dikeringkan, setelah itu digosok dengan sikat lembut menggunakan abu dan dibilas.

Keris yang sudah bersih kemudian direndam dengan air warangan, tujuannya, untuk memunculkan pamor dari keris. Setelah itu, dilanjutkan dengan pencucian menggunakan air bunga setaman dan tahap akhir, keris dioles dengan minyak.

“Air bunga itu, diambil dari tujuh sumber mata air keramat. Saat mencuci keris, sambil membaca doa sesuai dengan kepercayaan masing-masing,” imbuhnya.

Pria yang juga aktif sebagai pembina pramuka saka pariwisata Demak ini, menjelaskan, penjamasan di Kabupaten Demak bahkan memiliki komunitas tersendiri yang diberi nama, Sengkuyung Angrupti Pusaka Jawi Keluarga Demak (Sapu Jagad). Perkumpulan ini dibentuk, guna untuk melestarikan budaya keris yang ada di Kabupaten Demak.

Baca Juga: Dianggap Gulma, Eceng Gondok Kali Weding Justru Jadi Lahan Rezeki

“Didirikan Sapu Jagad ini adalah untuk pelestarian keris sekaligus edukasi masyarakat, agar sampai salah merawatnya,” pungkasnya.

Selain itu, ia pun tidak mematok harga ketika menerima jasa penjamasan keris. Bagi Widodo, sudah diniatkan untuk menolong orang lain dalam melestarikan tradisi leluhur.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER