Dianggap Gulma, Eceng Gondok Kali Weding Justru Jadi Lahan Rezeki

BETANEWS.ID, DEMAK – Eceng gondok atau bengok sering kali dipandang sebelah mata karena keberadaannya ini berdampak buruk pada ekosistem perairan. Akan tetapi, bagi masyarakat Desa Weding, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, tumbuhan gulma ini dimanfaatkan sebagai lahan mencari rezeki.

Pantauan Betanews.id, sepanjang sungai Weding, eceng gondok tumbuh liar dan lebat. Terlihat beberapa pengais eceng gondok sedang memanen beberapa ikat eceng gondok dan ditata berjejeran di pinggiran jalan.

Baca Juga: Bupati Demak Minta Masyarakat Lapor Jika Ada Pungutan Liar di Sekolah

-Advertisement-

Kusnan (63), yang merupakan warga asli Weding mengaku sudah lima tahun mengais eceng gondok. Hasil yang ia dapatkan ternyata mampu untuk menghidupi keluarganya.

“Saya kan sudah tua, tidak kuat angkat berat-berat. Jadi saya kerja seadanya saja,” katanya, Jumat (21/7/2023).

Sehari, Ia bisa mengumpulkan 10-50 kilogram eceng gondok. Butuh waktu selama 8-15 hari untuk mengeringkannya sebelum dijual ke pengepul dan dikirim ke daerah Salatiga dan Yogyakarta.

“Sehari bisa ambil tiga ikat eceng gondok. Satu ikatnya 5 kilogram. Kalau jual ya pas kering, per kilogram Rp6 ribu, sedangkan per kuintal Rp600 ribu. Dapat untungnya itu minimal sebulan,” terangnya.

Sama halnya dengan Kusnan, Juwariah (50), setiap hari dia pergi ke kali Weding untuk mengais eceng gondok. Menurutnya harga eceng gondok, mengalami perubahan, karena banyaknya pesaing.

“Dulu sekilo harganya Rp10 ribu, terus turun Rp9 ribu, Rp8 ribu gitu. Lah sekarang kan di sana-sana banyak yang jual, jadi turun harganya. Ini saja turu Rp3500, per kilogram Rp6-7 ribu,” jelasnya.

Baca Juga: Ajak Masyarakat Lestarikan Naskah Kuno, Dinperpusar Demak Gelar Sosialisasi

Meskipun begitu, adanya eceng gondok di Desa Weding memberikan keberkahan sendiri bagi Juwariah. Tumbuhan gulma air yang hidup liar di sungai dapat ia jadikan tempat mencari rezeki selama sepuluh tahun.

“Saya kan sudah tidak bisa bertani lagi, jadi mengerjakan ini saja daripada nganggur tidak ngapa-ngapain,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER