31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Komisi IV DPR RI Harapkan Demak Bisa Tekan Pengambilan Kedelai Impor

BETANEWS.ID, DEMAK – Komisi IV DPR RI mengapresiasi program penanaman kedelai yang dilakukan di Demak. Dengan hal itu, pengambilan produk kedelai impor diharapkan dapat berkurang

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Erma Rini, mengatakan saat ini Indonesia masih menggunakan kedelai impor daripada hasil produksi dalam negeri. Untuk itu, dengan adanya program penanaman kedelai di Demak bisa mengurangi pengambilan kedelai dari luar negeri.

Baca Juga: Kurangnya Kesadaran Pemeliharaan Mangrove Jadi Penyebab Abrasi di Demak

-Advertisement-

“Harapannya produksi kedelai bisa lebih baik lagi sehingga tidak tergantung dengan impor, karena kita kan rutin impor nih. Mudah-mudahan bisa mengurangi lah,” katanya saat kunjungan di Balai Desa Banjarsari, Senin (17/7/2023).

Untuk mendukung program tersebut, pihaknya telah menyiapkan dana khusus. Adanya bantuan itu, ia ingin kualitas kedelai yang dihasilkan bisa maksimal.

“Pemerintah pusat kita sudah menggenjot juga Rp 400 sekian Miliar untuk penanaman kedelai di 250 ribu hektare untuk tahun ini. Tadi ada pertanyaan, bisa gak lebih baik dari ini. Harusnya bisa dan lebih maksimal,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertan) Demak Agus Hermawan menyebut untuk pertama kalinya program penanaman kedelai dilakukan di Kabupaten Demak.

Selain mendapat bantuan dana, program tersebut juga mendapat respon positif dari Kementerian Pertanian lewat bantuan lahan.

“Bantuan ada seluas 199 hektare di empat kecamatan dan 27 desa. Sedangkan di Banjarsari ada 10 hektare,” terangnya.

Baca Juga: Penerapan Larangan Penggunaan Jaring Arad di Demak Masih Butuh Waktu

Ia berharap dengan program penanaman kedelai di Demak ini bisa memberikan variasi baru bagi para petani.

“Semoga hasil yang ditanam petani bisa bagus seperti Grobogan. Ini menggunakan pupuk organik karena keseimbangan tanah, untuk mengurangi pupuk kimia agar mengembalikan kesuburan tanah,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER